Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Natasha (Part 2)

NATASHA (Part 2) #30harimenulis_2019_hari_7 #Temabebas #No:15 #676kata Part sebelumnya.... Entah terbawa suasana atau apa, perlahan wajah Adrian mendekat ke wajah Natasha. Adrian mencium kening Natasha, dan Natasha menerima ciuman itu dengan getaran-getaran hati yang selama ini belum pernah ia rasakan. ---- Tiba-tiba Natahsa menarik wajahnya, agak menjauh dari wajah Adrian. "Maafkan aku, semestinya aku tidak boleh menerima perlakuanmu seperti ini, sebab aku tidak pantas menerimanya." "Aku yang seharusnya minta maaf, bukan semata karena kamu mirip Chandini, tetapi jujur aku merasakan sesuatu yang aneh menghangat di hatiku."  Ucap Adrian dengan sedikit salah tingkah. "Oh ya, Sha. Apa rencanamu setelah ini?" Tanya Adrian mengalihkan perhatian. "Entahlah, aku juga bingung. Sejak peristiwa malam itu, aku melarikan diri dari rumah, padahal ibuku sedang sakit keras." "Kalau kamu tidak keberatan, cerita sama saya, siapa tahu saya bisa m...

Andai Aku Menjadi Penghapus

Tau kan dengan benda yang bernama penghapus? Ia, sebuah benda kecil berbentuk segi empat, bulat,  kadang juga ada yang berbentuk lain, bahannya serupa dengan karet, warna dan ukurannya pun beraneka ragam. Tetapi dari segala keberagamannya tetap mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menghapus. Jika penghapus  dapat membersihkan coretan yang salah pada kertas maka secara umum penghapus mempunyai fungsi untuk membersihkan. Seperti itulah yang aku inginkan, menjadi penghapus. Andai diberi kesempatan untuk menjadi selain manusia. Ya...andai aku menjadi penghapus, maka aku akan menghapuskan sedih orang-orang yang terluka, agar lembar hatinya menjadi bersih,  kotoran yang berupa luka itu hilang, hingga tinggal kebahagiaan. Andai aku menjadi penghapus, akan kuhapus orang yang hidupnya terbalut trauma, sehingga memorinya kembali menjadi bersih, penuh dengan harapan dan impian-impian yang baru. Andai aku menjadi penghapus, kan kuhapus setiap kebencian yang menjelagakan hati...

Lebaran, Titik Balik Menjemput Asa

"Ayya, Alfa, Elvi! Ayo bantu Ibu beres beres. Ayya mengepel seluruh ruangan, Alfa merapikan tempat tidur, dan Elvi bantu Ibu di dapur." Aku membagi tugas pada anak-anak. "Tumben Ibu ga sibuk dengan HP dan laptopnya, biasanya kan mantengin dua benda ajaib itu mulu tiap hari," ejek sulungku sambil nyengir. "Sini-sini Ibu kasi tahu, kemarin-kemarin itu Ibumu ini sedang ikut tantangan menulis lo, coba bayangkan, tiap hari selama tiga puluh hari non stop sejak awal ramadhan sampai akhir ramadhan Ibu harus setor tulisan dengan tema yang berbeda dan sudah ditentukan oleh Penanggungjawab kegiatan." Jawabku dengan nada mendekati do tinggi dengan irama penuh semangat. "Yaelaaahh, apa asiknya juga ikut tantangan nulis? Lebih asik main game kalllee," Alfa ikut menimpali. "Yeee, ni anak. Main game itu kalau sudah kecanduan malah ga bagus, lebih bagus kalau kecanduan membaca dan menulis. Coba kamu bayangkan, dengan menulis kamu bisa menjadi apa saja d...

Nathasa

NATASHA "Tiap hari. Banyak perempuan muda di seantero wilayah bekas Blok Timur dibujuk dengan tawaran pekerjaan yang mengarah kepada perjalanan menyedihkan berupa perbudakan seksual dan kekerasan." (Natasha, Mengungkap perdagangan seks dunia, hal 29) Natasha, seorang gadis manis dengan wajah khas Indonesia, kulitnya sawo matang, rambut lurus dan hitam legam, nampak sangat eksotis. Bermuka oval, hidung bangir, dan tubuh yang sintal semakin menyempurnakan kecantikannya yang natural. Malam itu hujan sangat lebat. Petir menyambar-nyambar membuat suasana malam semakin memcekam. Savitri, ibunya yang sakit-sakitan sudah tidur sejak tadi di kamarnya. Sementara bapak tirinya masih belum pulang, sudah menjadi kebiasaan Jarwo pulang larut malam sambil uring-uringan tidak jelas disertai aroma alkohol yang menyengat, membuat isi perut siapapun yang menciumnya ingin muntah. "Brak! Suara pintu di dorong dengan kasar. Natasha sudah hafal dengan suara itu, pasti Jarwo ayah tirinya ...

Tanpa Sedotan Bumi Lebih Terjaga

TANPA SEDOTAN, BUMI LEBIH TERJAGA #30harimenulis_2019_hari_3 #No urut peserta:15 #654kata "Bumi yang kita tempati saat ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, akan tetapi pinjaman dari anak cucu kita." Usia bumi yang semakin tua, diiringi dengan kemajuan teknologi dan budaya manusia yang hidup di atasnya, dapat berpengaruh buruk dan mempercepat kerusakan bumi. Prilaku manusia yang mengabaikan kelestarian lingkungan tentunya akan membuat ekosistem tidak seimbang. Akibatnya satu trofi pada  rantai makanan dapat punah, sehingga akan disusul oleh kepunahan-kepunahan makhluk hidup lainnya. Masalah lingkungan hidup sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan tanpa campur tangan manusia. Kerusakan dan pencemaran lingkungan makin dipercepat karena meningkatnya aktifitas manusia, sifat manusia yang serakah, dan kegiatan-kegiatan manusia baik dalam skala sempit maupun dalam skala yang luas. Dalam skala terbatas misalnya, kegiatan keluarga  menghasilkan limbah rumah tangga. Sampah...

KETIKA KEMULIAAN ITU UNDUR DIRI

KETIKA KEMULIAAN ITU UNDUR DIRI Apakah yang paling menyedihkanmu? Kehilangan orang terkasihmu atau kehilangan hartamu? Sebagai manusia biasa kehilangan orang terkasih dalam hidup ini pasti menyedihkan, sebab orang-orang yang dikasihi itu tentu telah menempati tempat yang istimewa dalam hati, akan tetapi perpisahan itu adalah keniscayaan pada setiap makhluk yang bernyawa. Fana itulah taqdirnya. Demikian juga ketika kehilangan harta yang hari demi hari dikumpulkan sedikit demi sedikit, kepala menjadi kaki dari mulai terbit fajar hingga merah saga matahari terbenam dalam peraduannya. Begitulah jika menempatkan kecintaan kepada makhluk di atas cinta pada Khaliqnya. Sebab mencintai makhluk adalah mencintai kefanaan, akan tetapi mencintai sang Khaliq adalah keabadian. Kesedihan yang sesungguhnya mestinya ketika akan berpisah dengan kemahamuliaan yang di awalnyanya penuh rahmat, di tengahnya maghfiroh, dan di akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Kemahamuliaan yang semestinya membu...

Euforia Petasan

Petasan adalah peledak yang terbuat dari bubuk mesiu dan dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu dan digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa seperti pernikahan, perayaan tahun baru, saat menyambut lebaran, dan lain lain. Petasan adalah peledak yang terbuat dari bubuk mesiu dan dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu dan digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa seperti pernikahan, perayaan tahun baru, saat menyambut lebaran, dan lain lain. Bahan dasar  untuk membuat petasan dan kembang api adalah bubuk mesiu. Bubuk tersebut pertama kali ditemukan secara tidak sebgaja pada sekitar 2000 tahun yang lalu oleh seorang juru masak asal China dan Tiongkok. Pada saat itu, juru masak tersebut memasukkan batu bara, sulfur, pottasium, dan nitrat yang dimasukkan pada bambu yang dipotong. Kemudian bambu tersebut dibakar dan terjadi ledakan. Pada abad ke-9 masehi, seorang pendeta bernama Lia Tion dari Lin Yang Provinsi Yunan dan dari dinasti Song mulai...

Pengagum Rahasia

Elza mengibaskan rambut panjangnya yang basah, sambil berjalan menemui Romi yang dari tadi menunggunya. Aroma shampo menguar segar, mengundang gairah Romi yang diam-diam menyukainya. Gadis berkulit putih itu masih menggunakan kimono handuk berwarna kuning gading,  menampakkan kaki jenjangnya yang mulus. Dengan tinggi 165 cm dan berat badan yang ideal, semakin membuatnya terlihat seksi. Usianya memang sudah memasuki kepala tiga, akan tetapi kecantikannya akan membuat orang lain berdecak kagum melihatnya. Romi tidak habis pikir, mengapa Elza masih betah dalam kesendiriannya.  Dari sudut ekor matanya, Romi melihat  bibir sensual Elza yang nampak penuh kemerahan, serasi sekali dengan hidung mancung diatasnya. "Ah ... Kau benar-benar sempurna untukku," pikir Romi. "Hai, Rom! ada apa sore-sore begini ingin menemuiku?." Sapa Elza tanpa basa basi sambil duduk tepat di depan Romi. "Eemmmm, begini ... Aku hanya ingin memberikan sesuatu untukmu," Romi kemudian m...