Langsung ke konten utama

Tanpa Sedotan Bumi Lebih Terjaga

TANPA SEDOTAN, BUMI LEBIH TERJAGA

#30harimenulis_2019_hari_3
#No urut peserta:15
#654kata

"Bumi yang kita tempati saat ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita, akan tetapi pinjaman dari anak cucu kita."

Usia bumi yang semakin tua, diiringi dengan kemajuan teknologi dan budaya manusia yang hidup di atasnya, dapat berpengaruh buruk dan mempercepat kerusakan bumi. Prilaku manusia yang mengabaikan kelestarian lingkungan tentunya akan membuat ekosistem tidak seimbang. Akibatnya satu trofi pada  rantai makanan dapat punah, sehingga akan disusul oleh kepunahan-kepunahan makhluk hidup lainnya.

Masalah lingkungan hidup sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan tanpa campur tangan manusia. Kerusakan dan pencemaran lingkungan makin dipercepat karena meningkatnya aktifitas manusia, sifat manusia yang serakah, dan kegiatan-kegiatan manusia baik dalam skala sempit maupun dalam skala yang luas.

Dalam skala terbatas misalnya, kegiatan keluarga  menghasilkan limbah rumah tangga. Sampah yang dihasilkan manusia perhari rata-rata 0,8 kg dimana sekitar 15% nya terdiri dari plastik.

Plastik merupakan jenis sampah anorganik, yaitu tidak mudah terurai di alam bebas selama kurang lebih 1000 tahun, sehingga dapat merusak sifat fisika dan kimia tanah. Dengan demikian kesuburan tanah dapat berkurang.

Plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar pada kerusakan ekosistem karena plastik adalah alat yang sering digunakan untuk berbagai hal seperti pembungkus makanan, minuman, peralatan rumah tangga, peralatan sekolah, peralatan kantor dan sebagainya.

Ironisnya, plastik yang sering digunakan tersebut berjenis degradable yaitu plastik yang tidak mudah terurai secara biologis dan terbuat dari minyak bumi yang keberadaannya semakin menipis dan tidak dapat diperbaharui. Akibatnya semakin banyak penggunaan plastik semakin meningkat pula pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas air dan tanah menjadi tidak subur karena plastik tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami oleh mikroba di dalam tanah.

Plastik tergolong senyawa polimer, strukturnya terdiri atas rantai atom carbon (C) yang panjang, masing-masing atom C mengikat atom Hidrogen (H). Selain itu, rantai atom C mengandung atom oksigen (O). Karena itukah ketika sebuah kantong plastik diisi dengan air, air tidak dapat menerobos pori-pori plastik yang sangat kecil, jauh lebih kecil dibanding selaput semipermeabel. Bahkan udarapun tidak dapat menembus plastik. Polimer plastik ini ikatan kimianya sangat kuat, serat polimer ini menempel ketat satu dengan lainnya (Maharani Intan K, 2017).

Dengan melihat komposisi plastik degradabel tersebut maka dapat dianalisa dampak negatif yang ditimbulkannya pada bumi antara lain:
1. Tercemarnya air tanah
2. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing dan mikroba
3. Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga mengalirkan udara dalam tanah dan ruang gerak   bawah tanah
4. Apabila plastik tersebut dibuang ke sungai dapat menyebabkan pendangkalan sehingga dapat menimbulkan banjir

Selain digunakan sebagai tas pembungkus dan bahan-bahan yang lain, plastik degradabel banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat sedotan.

Penggunaan sedotan sebagai alat mempermudah manusia untuk minum sangat signifikan jumlahnya. Sebagai contoh sederhana, sebuah sekolahan mempunyai 800 siswa dimana setiap harinya sekitar 80% nya ( sekitar 650 siswa) ketika istirahat ke kantin dan minum dengan menggunakan sedotan. Dari data itu dapat dihitung dalam satu bulan sampah plastik yang berupa sedotan adalah sekitar 16.900 sedotan, jika dalam satu tahun, dua tahun, dan seterusnya berapa jumlah sampah sedotan plastik? Kalau dijumlahkan lagi dengan seluruh populasi manusia di bumi ini, berapa besar jumlahnya?

Oleh karena itu, kita sebenarnya dapat menjaga bumi kita melalui hal sederhana dan mudah sekali, yaitu tidak menggunakan sedotan ketika kita minum, atau jika terpaksa memerlukan sedotan, akan lebih baik memilih sedotan yang berbahan plastik biodegradabel.

Plastik biodegradabel adalah plastik yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan karena terbuat dari polimer alami. Jenisnya antara lain polyhidroksinal acid (PHA), poli asam amino yang berasal dari sel bakteri, dan polimylactic acid (PLA) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung atau pati oleh mikroorganisme. Bahan-bahan tersebut banyak terkandung di dalam tumbuhan. Dengan demikian sedotan plastik biodegradabel akan mudah terurai di alam karena bersifat organik sehingga tidak merusak ekosistem bumi.

Kesimpulannya, salah satu cara mencegah kerusakan bumi adalah dengan mengurangi sampah plastik melalui pengurangan penggunaan sedotan plastik berbahan dasar plastik degradabel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...