Pagi itu, riuh sekali suasana di rumahku. Alfata anak keduaku masih bingung mencari kaos kakinya yang ketlisut, sambil berteriak-teriak dia bingung mencari dari laci satu ke laci yang lain. Elvita si adik tidak kalah heboh, ia menangis, mainan pembatasnya ada yang hilang satu. Sementara aku sendiri masih sibuk menyiapkan makan pagi sebelum aku harus bersiap menuju tempat tugasku. “ Ma! Cepetan bantu aku mencari kaos kaki!” teriak Alfa. “ Mama masih menggoreng telur, nanti gosong kalau ditinggal, coba kamu cari di laci tempat kaos kaki adik!” teriakku dari dapur. “ Ma! Mama lihat tidak mainan pembatasku yang bergambar Putri Ana?” teriak Elvita dari ruang tengah. “ Mama tidak melihatnya sayang, semalam habis main kamu taruh mana?. Kehebohan itu masih terus berlangsung sampai jam sudah menunjukkan pukul 06:15 WIB. “ Sudah-sudah, sekarang Alfata dan Elvita segera sarapan. Sebentar lagi Mbak Gik datang siap mengantarkan, nanti pulang dar...