Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

TEROR NINJA DI TAPAL KUDA-2

  TEROR NINJA DI TAPAL KUDA                     (Part-2) Sejak mendengar berita tentang keluargaku dari Fajar, aku semakin tidak tenang. "Aku harus pulang, harus. Aku harus menghadapi keadaan ini bersama keluargaku." Bis Akas yang membawaku dari Malang ke Banyuwangi serasa berjalan lambat, aku mencoba memejamkan mata untuk membunuh rasa bosanku. "Koran, koran...ditemukan mayat tanpa kepala korban ninja!" teriak penjual koran mengusir rasa kantukku. Karena penasaran, aku membeli koran itu. "Berapa korannya mas?" "Seperti biasanya, Mbak." Aku mengeluarkan beberapa lembar uang seribuan dan menyerahkan pada penjual koran. "Satu lagi korban ninja ditemukan tanpa kepala di Banyuwangi." Headline berita itu membuat mataku nanar, segera kubaca dengan jantung berdebar-debar. Berharap korban itu bukan keluargaku. Beberapa warga terlihat sedang mengerumuni korban di foto berita tersebut. ...

Experience is the best teacher

Aku sudah lama mengenal internet dan berbagai media sosial, tapi baru-baru ini mengenal blogg. Dengan sedikit terpaksa aku harus belajar blog sedikit demi sefikit, hal itu kulakukan karena event menulis yang aku ikuti harus diposting di blog. Ini menjadi pengalaman pertamaku, berselancar di dunia blogger.

TEROR NINJA DI TAPAL KUDA-1

   TEROR NINJA DI TAPAL KUDA                    (Part-1) "Teman-teman, bagi peserta LKMP (Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Pertanian) putra, secara bergilir harus ikut berjaga bersama warga di pos ronda, dan batas desa pada malam hari. Sedangkan peserta putri tetap di rumah pos masing-masing dan harap selalu waspada. Jangan lupa ID card dan jas almamater jangan pernah lepas jika akan keluar dari rumah pos." Dengan tegas, Budi si ketua Senat Mahasiswa memberi arahan kepada kami, di hari pertama aku dan beberapa mahasiswa pertanian dari kampusku memulai kegiatan LKMP di desa Kasembon Malang. Suasana desa yang biasanya sejuk dan nyaman, sejak munculnya issue para ninja, menjadi sangat mencekam. Sore hari semua aktifitas warga harus berhenti, termasuk kegiatan kami. Jam malam diberlakukan, beberapa penduduk yang laki-laki nampak berjaga-jaga di setiap ujung jalan dan pos ronda. Udara dingi...

RESENSI BUKU

RESENSI BUKU Judul      : Sepatu Dahlan Penulis   : Khrisna Pabichara Penerbit : Noura Books (PT. Mizan Republika) Tebal buku: 392 halaman Cetakan keenam, Juli 2012 Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini.  Prof. Dr. Dahlan Iskan, beliau adalah mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group yang bermarkas di Surabaya. Karirnya semakin gemilang ketika diangkat sebagai Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Setelah itu, pada masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dahlan Iskan dipilih sebagai Menteri Negara BUMN pada jajaran Kabinet Indonesia Bersatu. Di balik kesuksesan Dahlan Iskan, ada sejarah perih yang menyertai perjalanan hidupnya. Buku yang berjudul Sepatu Dahlan ini, mengupas tuntas lika-liku perjuangannya. Laki-laki yang lahir di Magetan pada tanggal 17 Agustus 1951 ini, mempunyai orang tua yang sangat miskin. Bahkan mengenai tanggal lahir Dahlan tersebut hanya rekaan orang tuanya supaya mudah diingat karena berte...

PREDATOR

                   PREDATOR #Thriller #Mengandung adegan kekerasan Sudah sejak beberapa bulan yang lalu, Kang Daniel mempersiapkan seekor sapi untuk disembelih pada hari raya idul adha, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai pemilik restoran bakso yang terkenal enak di seantero bumi Sangkuriang, omset penjualannya memang sangat tinggi. Sehingga mudah baginya untuk berkurban sapi di  setiap tahun. Para tetangga dan teman-temannya sangat mengagumi Kang Daniel. Di mata mereka ia adalah sosok yang dermawan dan tidak sombong. Tapi tidak denganku, bagiku Kang Daniel tidak lebih hanya topeng hidup yang bermuka baik. Sebagai satu-satunya orang terdekat dan kepercayaannya, aku tahu betul siapa Kang Daniel sebenarnya. Seperti hari ini, aku sudah diberi segepok uang bergambar proklamator RI, sebagai imbalan untuk tugas rutinku, mencarikan daging spesial untuk bahan baksonya. Beruntung, di ...

DAHSYATNYA LIKUIFAKSI -3

       DAHSYATNYA LIKUIFAKSI -3                       Part-3 Dengan masih menggunakan pakaian seadanya, Bu Elok dan keluarganya berjalan melewati puing-puing yang berserakan. Sesekali mereka melihat mayat-mayat yang bergelimpangan penuh lumpur. Ketika berpapasan dengan orang lain, Bu Elok berusaha bertanya tentang kemungkinan mereka melihat Bian. Tapi tak satupun ada yang melihatnya. Air mata Bu Elok, Pak Rahmat, dan Kakek-nenek Bian sudah kering, tidak mampu mengalir lagi, mereka tidak sanggup membayangkan bagaimana Bian sendirian menghadapi kedahsyatan alam yang murka, mereka juga tidak tahu, setelah ini akan melanjutkan hidup di mana dan bagaimana. Rumah, kebun, dan desanya telah hancur akibat gempa dan likuifaksi. Pak Rahmat terus menyemangati keluarganya, karena Alloh pasti tidak akan membiarkan hamba-hamba yang masih percaya kepadaNya. Setel...

DAHSYATNYA LIKUIFAKSI -2

       DAHSYATNYA LIKUIFAKSI                      Part-2 Di malam yang gelap dan dingin, Bu  Elok dan keluarganya berjuang mati-matian bertahan di atas pohon mangga dan bonggol pisang yang roboh agar tidak terbenam pada lumpur. Akan tetapi, pohon mangga itu mulai ikut terbenam karena tidak mampu menahan beban berat badan 4 orang dewasa dan 1 bayi. "Sekarang tolong semuanya melepaskan baju luar yang kalian pakai, sebab baju tersebut akan menambah berat karena terkena lumpur!" perintah Pak Rahmat. "Mana mungkin, Pak. Aurat kami bagaimana?" Bu Elok bingung menanggapi saran suaminya. "Ini darurat, Bu. Alloh maha tahu tentang keadaan kita, ini satu-satunya ikhtiar yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan diri." Akhirnya, Bu Elok melepas gamisnya, tinggal kaos dan rok dalam yang tersisa. Begitupun dengan kedua orang tuanya. Adapun Pak Rahmat sengaja ...

DAHSYATNYA LIKUIFAKSI-1

      DAHSYATNYA LIKUIFAKSI                       (Part 1) Sore itu Bian sedang asik menonton acara Upin Ipin kesukaannya di televisi ditemani oleh neneknya. Angga, si adik yang baru berusia 2 bulan sedang di gendong sang  kakek. Sementara Ibunya masih mandi, dan ayah Bian baru datang dari sawah. Tidak ada yang aneh hari itu, seperti sore-sore sebelumnya. Tiba-tiba ketika Bu Elok baru keluar dari kamar mandi, gempa dengan kekuatan besar mengguncang desa Jono Oge Palu Sulawesi Tengah, beberapa menit sebelum waktu maghrib tiba. Kakek Bian panik, lalu menyerahkan Angga yang masih bayi pada ibunya. Bumi tidak saja berguncang hebat, tetapi juga bergulung- gulung seperti tikar besar yang dikebaskan. Tidak berapa lama kemudian listrik juga padam, gelap mulai merayap karena malam mulai menurunkan jubah kegelapannya. Bian dan Angga menangis ketakutan, begit...

NILAI BAJU DI NEGERI INI

        NILAI BAJU DI NEGERI INI "Mari, Bu. Silahkan masuk, langsung saja ke ruang verifikasi data ya ...." Sapa seorang pegawai perempuan dengan ramah. Aku yang baru sekitar sepuluh menit tiba di kantor kecamatan bagian pembuatan KTP, sudah dilayani dengan cepat. Waktu itu memang tidak banyak yang antri. Pada kursi deret keempat sebelah kiri dari tempat dudukku, seorang ibu  paruh baya berperawakan kurus dan mengenakan pakaian lusuh, wajahnya penuh harap sambil sesekali melongok ke depan. "Permisi, Ibu!" Aku agak membungkukkan badan ketika melewati Ibu tersebut. "Iya, silahkan," jawabnya sambil mengangguk. Setelah selesai menyerahkan berkas pada pegawai catatan sipil aku keluar. Masih kulihat ibu tersebut makin gelisah. "Nuwun sewu, Bu. Apakah ibu sedang menunggu seseorang?" tanyaku. "Tidak, Mbak. Cuma heran saja, saya sudah hampir satu jam menunggu di sini kok belum dipanggil untuk dilayani ya." "Ibu akan mengurus KTP ...

TUNAS-TUNAS NEGERIKU

       TUNAS-TUNAS NEGERIKU # Pelit pangkal kaya # Semangat pulang pagi ----- Aku dikejutkan oleh dua kalimat afirmasi yang terpampang jelas di mading kelas. sepintas kalimat tersebut memang keluar dari jalur semestinya. Tetapi aku mencoba berpikir positif tentang maksud tulisan itu, tidak mungkin siswa siswiku menulis tanpa tujuan. "Siapa yang menulis kalimat itu?" Semua menunduk. Hening "Lho, kenapa ini? Saya menghargai  kok pada ide yang ditulis itu, jangan takut. Saya tidak marah, sebaliknya justru penasaran." "Itu Abhista, Bu, yang menulis." Teriak Wildan dari belakang. "Oh, ya! Keren kok, sebab berani melawan arus. Coba tolong dijelaskan maksudnya." Abhista memperbaiki posisi duduknya, badannya ditegakkan. Pandangannya lurus ke depan. Dia menghembuskan nafas dengan pelan dan kuat, lalu mulai menjelaskan. "Kalimat yang pertama, pelit pangkal kaya. Maksudnya, pelitlah ketika mengeluarkan harta yang dimiliki jika untuk kepentin...

SIAPAKAH AKU?

SIAPAKAH AKU? #tantangan #Odop #pekan kedua Susan Fletcher adalah wanita genius dengan IQ 170, ia juga seorang ahli crypto. Keahliannya tersebut ditantang untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara kebebasan personal dan keamanan Nasional Amerika. Itulah cerita yang diusung pada novel Digital Fortress karya Dan Brown. Karya  lainnya antara lain adalah Deception point yang mengisahkan intrik meraih kekuasaan tertinggi di Amerika dengan memanfaatkan NASA. Da Vinci Code, Angels & Demond, juga termasuk novel Dan Brown dengan genre khasnya, thriller misteri. Untuk memenuhi hasratku pada genre detektif dan horor, novel Abdulloh Harahap, Agatha Cristie, Alfred Hitchcock, dan lain-lain menjadi nutrisi bacaan favoritku yang wajib ada. Berawal dari itulah aku akhirnya lebih menyukai tulisan fiksi,  terutama genre thriller, detektif, dan horor. Bagiku, tulisan dengan genre tersebut  membutuhkan nalar yang tinggi, sehingga mampu menjadi media untuk mengasah otak dan ...

MALAM SELASA KLIWON 3

      MALAM SELASA KLIWON                      (Part 3) Pagi ini warung Yu Jum cukup ramai,  di salah satu meja panjang yang terletak di depan warung paling kanan, Terlihat Ucok, Joko, Jalal, dan Sardi membicarakan hal yang serius sambil sesekali menyeruput kopi masing-masing. "Jok! Apakah kamu tidak merasa ada yang aneh dengan kematian Bandi?" tanya Ucok. "Iya, sih. Padahal yang minum miras oplosan kan kita semua, biasanya Bandi juga kuat." Jawab Joko dengan mata menerawang ke depan, jari telunjuknya ia ketuk-ketukkan di meja. Jalal hanya manggut-manggut. Sementara Sardi hanya diam, mulutnya menghembuskan asap rokok. Ia nampak sedikit gelisah. Tidak lama kemudian ia pamit meninggalkan warung Yu Jum. ---- Setelah Maghrib, Karso bersiap-siap menuju kuburan, ia telah mengatakan pada Mbakyu-nya untuk menjaga makam Bandi. Tanpa sepengetahuan Bu Sofia, Kar...

MALAM SELASA KLIWON -2

      MALAM SELASA KLIWON                    (Part 2) Badan Karso yang tinggi besar, nampak seperti monster dalam gelap malam. Setelah melepaskan jaketnya, ia meraih cangkul dan siap mengayunkan ke kuburan Bandi yang masih basah tanahnya. Kaok, kaok, kaok! Tiba-tiba seekor gagak hitam mengaok  keras, membelah sunyinya malam. Gagak tersebut  menukik tajam, nyaris menyentuh kepala Karso. Karso yang sudah fokus hendak menggali makam Bandi, seketika meletakkan cangkulnya kembali. Gagak itu kemudian bertengger dengan angkuh di atas nisan dan terus bersuara. Tidak saja kehadiran gagak hitam yang tiba-tiba, Angin pun ikut berhembus lebih kencang, menebarkan hawa panas di sekitar kuburan. Karso mengusap tengkuknya yang meremang, ia menengok kanan  kiri untuk memastikan situasi aman. Meski takut mulai menguasai nyalinya, Karso berjuang mati-matian melawan segen...

MALAM SELASA KLIWON

     MALAM SELASA KLIWON                    ( Part 1) Tidak banyak yang ikut mengantarkan pemakaman Bandi, hanya ibunya, beberapa warga, dan  Kyai Ruhyat saja. Prosesi pemakaman dilakukan dengan cepat, karena hari sudah menjelang maghrib. Setelah jenazah Bandi dikuburkan, Kyai Ruhyat dan warga segera berpamitan pada Bu Sofia, ibunya Bandi. "Maaf, Bu. Kami harus segera kembali ke pesantren. Habis Maghrib nanti ada kajian kitab Ihya. Oh ya, Bu ... usahakan makamnya Bandi selalu ada yang menjaganya selama tujuh hari. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." Pesan Kyai Ruhyat. Sepeninggal Kyai Ruhyat dan santrinya, Bu Sofia menyandarkan tubuhnya pada nisan makam anaknya. Bandi adalah anak tunggal, Ayahnya meninggal sejak ia berusia 5 tahun. Selama ini Bandi adalah anak yang baik, penurut, dan sudah menghatamkan bacaan Qur'annya di pesantren Kyai Ruhyat. ...

SENGKUNI DI BUMI PERTIWI

     SENGKUNI DI BUMI PERTIWI Menurut pitutur kitab Jawa kuno, Sengkuni adalah seorang pemuda yang sangat tampan, cerdas dan bagus tutur katanya. Ia bernama asli Taruna Harya Suman dari Plasajenar. Tapi sayangnya, Taruna yang tampan itu akhirnya tidak mampu menjaga segala kebaikan pada dirinya. Ia berubah menjadi seorang yang suka mengadu domba dan menebar fitnah dengan keahlian berbicara yang dimiliki. Karena kepiawaiannya menghasut dan memfitnah, mulutnya dirobek oleh Patih Gandamana yang menjadi salah satu korban fitnahnya. Semua itu berawal dari songko uni yang artinya berawal dari kata-kata . Dari kata songko uni inilah kemudian lebih dikenal dengan Sengkuni. Sengkuni menjadi simbol perwatakan seseorang yang berlidah ular berbisa, artinya seorang yang sangat pandai memutarbalikkan fakta, pandai menghasut, mencari muka untuk kepentingan pribadi, dan pandai memfitnah. Seseorang dengan watak seperti Sengkuni hampir ada di seluruh belahan bumi manapun. Tak l...

SALAH SANGKA

SALAH SANGKA "Iih ... tetangga depan rumah rajin banget, malam-malam gini pake siram-siram bunga, suara guyuran airnya keras sekali sampai sini. Biarin aja deh, suka-suka mereka aja, lebih baik aku lanjut menulis." Aku mengomel sendiri, karena penghuni rumah yang lain masih di masjid. Beberapa menit kemudian, suara seperti guyuran air tadi semakin dekat. Aku mempertajam pendengaran, dan benar, suara kemeresak itu semakin dekat denganku. Belum juga satu paragraf selesai, konsentrasiku buyar, tercium aroma hangus dari arah dapurku. "Oh my God! Oporku...." Secepat kilat aku berlari ke dapur. Asap mengepul pekat di atas kompor. Ada api meletup-letup kecil pada permukaan panci yang mulai memerah terbakar. Sejenak aku panik, lalu dengan ketakutan segera kumatikan kompor. Api masih terlihat sedikit menyala di atas panci. Kemudian kuraih handuk dan mencelupkannya di bak air. Blup! Handuk yang basah berhasil memadamkan api seluruhnya. "Uufft, lega, Alhamdulilla...

FAKTA-FAKTA CIPTAAN ALLOH

    FAKTA-FAKTA CIPTAAN ALLOH ( Keseimbangan antara sains & Qur'an) Virus adalah makhluk Alloh yang unik, karena bisa disebut sebagai makhluk hidup bisa juga disebut makhluk tak hidup. Virus disebut sebagai makhluk hidup jika berada di dalam sel inang atau sel makhluk hidup lain. Sedangkan virus disebut sebagai makhluk tak hidup apabila berada di luar sel inang dan dapat dikristalkan. Virus yang berasal dari kata venom atau racun, diketahui sebagai 'agen penyakit'. Banyak penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan yang disebabkan oleh virus. Human papiloma penyebab kanker servix yang menjadi momok bagi kaum hawa, orthomyxovirus penyebab influenza, Human immunodifience virus penyebab AIDS, tungro penyebab rusaknya tanaman padi, foot and mouth desease , dan masih banyak lagi yang lainnya. Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil, yaitu antara 20-400 nanometer. 1 nanometer sama dengan 1 x 0,0000001 cm. Dengan ukuran sekecil itu, mata telanjang tidak akan mam...

GOLONGAN DARAH O

#Tantangan pekan I #ODOPbacth7 #Basah #Plastik #Macet GOLONGAN DARAH O Komplek perumahan Cendana gempar. Di pagi buta, seorang pemulung berteriak histeris, karena melihat mayat seorang gadis tergeletak begitu saja di dekat tempat sampah. Mayat itu begitu mengenaskan. Tubuhnya membiru karena kehabisan darah.  Dua lubang seukuran ujung jari kelingking, tampak menganga di leher mayat tersebut. Kasak kusuk tidak terhindarkan, bahwa sedang ada teror dari siluman haus darah di komplek tersebut, karena sudah dua bulan berturut-turut, ada dua mayat ditemukan dengan kondisi yang sama. Leher berlubang dua dan kehabisan darah. Tidak berapa lama kemudian, kepolisian dan tim dokter forensik tiba di lokasi ditemukannya mayat tadi. Warga yang kebetulan lewat ikut menyaksikan proses evakuasi jenazah. Tak urung kondisi tersebut membuat jalan di lokasi tersebut menjadi macet. "Bagaimana, Dok? Apakah ditemukan kesamaan lagi dengan jenazah satu bulan yang lalu?" tanya Komandan Anggara ...

JIKA SANTRI SUDAH MENGABDI

    JIKA SANTRI SUDAH MENGABDI Suara takbir bertalu-talu menyambut hari raya Idul Adha. Pesantren Hidayatulloh hari itu sepi, tidak seperti biasanya, karena sebagian santri lebih memilih berlebaran di rumah masing-masing. Kang Adnan, begitu teman-temannya memanggil. Adalah santri senior yang mengabdikan dirinya pada Kyai Burhan, pengasuh Pesantren Hidayatulloh. Sejak ia kelas 1 Tsanawiyah sampai lulus perguruan tinggi, Kang Burhan tidak sekalipun pindah, selama itu pula ia sekolah, nyantri, sekaligus menjadi abdi dalem Kyai Burhan. Setiap lebaran Idul Adha ia tidak pernah pulang seperti teman-temannya yang lain. Begitupun dengan hari raya Idul Fitri, ia hanya izin satu dua hari saja, selanjutnya ia akan sangat sibuk membantu Kyai Burhan menerima tamu-tamunya. Idul Adha kali ini, Kang Adnan masih ditemani 5 pengurus pondok. Arya, Jamal, Ubed, Sulaiman, dan Aufa. Kelima anak tersebut sibuk memasak sate kambing, sementara Adnan masih sibuk menimbang daging kurban yang...

ELENA

ELENA Pertama, telan 1 tablet mifepristone . 24 jam kemudian, letakkan 4 tablet misoprostol di bawah lidah, diamkan kurang lebih 30 menit sampai tablet luruh. Setelah itu akan terjadi pendarahan, jika belum terjadi pendarahan atau pendarahan masih sedikit, silahkan diulangi lagi sampai janin benar-benar gugur. Deg! Aku sungguh tak mampu berkata-kata untuk sesaat. Pesan whatsapp dari salah satu siswa yang HP nya kena razia siang ini, berisi panduan untuk aborsi. "Alloh ... apa yang terjadi dengan generasi muda saat ini, beri aku petunjuk dan jalan keluar untuk membimbing anak didikku." ----- "Nduk, tolong jujur sama Ibu, siapa yang menghamilimu? Kenapa kamu aborsi?" tanyaku pada Elena. Elena hanya menangis. Bahunya sampai berguncang-guncang. Aku membiarkannya terlebih dahulu sampai ia tenang. "Maafkan saya, Bu. Saya tidak bisa menjaga diri saya, tolong hal ini jangan disampaikan kepada Mama saya." "Uuft ...." Aku menghembuskan nafas de...