TEROR NINJA DI TAPAL KUDA (Part-2) Sejak mendengar berita tentang keluargaku dari Fajar, aku semakin tidak tenang. "Aku harus pulang, harus. Aku harus menghadapi keadaan ini bersama keluargaku." Bis Akas yang membawaku dari Malang ke Banyuwangi serasa berjalan lambat, aku mencoba memejamkan mata untuk membunuh rasa bosanku. "Koran, koran...ditemukan mayat tanpa kepala korban ninja!" teriak penjual koran mengusir rasa kantukku. Karena penasaran, aku membeli koran itu. "Berapa korannya mas?" "Seperti biasanya, Mbak." Aku mengeluarkan beberapa lembar uang seribuan dan menyerahkan pada penjual koran. "Satu lagi korban ninja ditemukan tanpa kepala di Banyuwangi." Headline berita itu membuat mataku nanar, segera kubaca dengan jantung berdebar-debar. Berharap korban itu bukan keluargaku. Beberapa warga terlihat sedang mengerumuni korban di foto berita tersebut. ...