Langsung ke konten utama

Andai Aku Menjadi Penghapus

Tau kan dengan benda yang bernama penghapus?
Ia, sebuah benda kecil berbentuk segi empat, bulat,  kadang juga ada yang berbentuk lain, bahannya serupa dengan karet, warna dan ukurannya pun beraneka ragam. Tetapi dari segala keberagamannya tetap mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menghapus.

Jika penghapus  dapat membersihkan coretan yang salah pada kertas maka secara umum penghapus mempunyai fungsi untuk membersihkan.

Seperti itulah yang aku inginkan, menjadi penghapus. Andai diberi kesempatan untuk menjadi selain manusia.

Ya...andai aku menjadi penghapus, maka aku akan menghapuskan sedih orang-orang yang terluka, agar lembar hatinya menjadi bersih,  kotoran yang berupa luka itu hilang, hingga tinggal kebahagiaan.

Andai aku menjadi penghapus, akan kuhapus orang yang hidupnya terbalut trauma, sehingga memorinya kembali menjadi bersih, penuh dengan harapan dan impian-impian yang baru.

Andai aku menjadi penghapus, kan kuhapus setiap kebencian yang menjelagakan hati dan membersihkannya  sehingga hidup penuh dengan damai.

Andai aku menjadi penghapus, akan kuhapus setiap kebodohan yang berkerak dalam otak, sehingga lahirlah manusia-manusia yang berilmu, dengan demikian tugas manusia sebagai pemimpin di muka bumi dapat dilaksanakan dengan baik.

Ah... semua itu hanya andai. Ya, sekali lagi hanya andai. Pada akhirnya kita harus kembali kepada kesejatian manusia. Makhluk yang diciptakan sang Khaliq dengan ciptaan yang paling sempurna karena ada akal yang "dititipkan" di dalamnya. Akal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya.

Dengan akalnya, selaiknya manusia dapat membedakan yang baik dan yang benar sehingga
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...