KETIKA KEMULIAAN ITU UNDUR DIRI
Apakah yang paling menyedihkanmu? Kehilangan orang terkasihmu atau kehilangan hartamu?
Sebagai manusia biasa kehilangan orang terkasih dalam hidup ini pasti menyedihkan, sebab orang-orang yang dikasihi itu tentu telah menempati tempat yang istimewa dalam hati, akan tetapi perpisahan itu adalah keniscayaan pada setiap makhluk yang bernyawa. Fana itulah taqdirnya.
Demikian juga ketika kehilangan harta yang hari demi hari dikumpulkan sedikit demi sedikit, kepala menjadi kaki dari mulai terbit fajar hingga merah saga matahari terbenam dalam peraduannya.
Begitulah jika menempatkan kecintaan kepada makhluk di atas cinta pada Khaliqnya. Sebab mencintai makhluk adalah mencintai kefanaan, akan tetapi mencintai sang Khaliq adalah keabadian.
Kesedihan yang sesungguhnya mestinya ketika akan berpisah dengan kemahamuliaan yang di awalnyanya penuh rahmat, di tengahnya maghfiroh, dan di akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Kemahamuliaan yang semestinya membuat bersedih apabila berpisah dengannya itu adalah bernama ramadhan.
Akhir ramadhan ditandai dengan terbitnya hilal, sebagai awal bergantinya bulan syawal.
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi ( ijtimak, bulan baru) pada arah matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.
Untuk melihat hilal bisa melalui rukyat, yaitu aktifitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam sebab hilal hanya tampak setelah matahari terbenam, hal itu dikarenakan intensitas cahaya hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya matahari serta ukurannya sangat tipis.
Sebelum hilal terlihat berarti masih belum berganti ke bulan berikutnya. Begitupun apabila di penghujung ramadhan belum nampak hilal, berarti syawal belum datang.
Detik-detik akhir ramadhan seperti inilah yang semestinya membuat bersedih, karena itu artinya akan ditinggalkan tamu agung yang penuh kemuliaan, saat semua amal baik dilipatgandakan pahalanya. Ibaratnya bertani yang sedang panen raya, begitupun dengan ramadhan, jadi apabila pada bulan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka merugi itu pasti sebab bonus-bonus dilipatgandakannya setiap kebaikan tidak diambil.
Di saat yaumil hisab nanti, semua manusia akan dimintai pertanggungjawaban sebelum diputuskan akan berakhir di neraka atau di surga.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Mu'adz Bin Jabbar, Rasulullah SAW bersabda, setiap manusia akan ditanya dan diminta pertanggungjawabannya terhadap empat hal, empat hal itu adalah:
1. Untuk apa umurnya digunakan. Dalam sebuah riwayat hadis yang lain, umur manusia akan dihisab mulai usia sepuluh tahun hingga akhir hayatnya.
2. Untuk apa jasadnya digunakan selama hidup. Saat itu semua anggota badan berbicara kecuali mulut yang terkunci. Semua anggota tubuh bersaksi atas apa yang pernah dilakukan. Termasuk jari jempol yang digunakan untuk mengetik caci maki terhadap sesama manusia, sebab mencaci makhluk berarti sama juga dengan menghina khaliqnya yaitu Alloh. Jadi jari yang demikian itu kelak juga akan dimintai pertanggungjawabannya.
3. Ilmu yang dimiliki digunakan untuk apa, apakah untuk kebaikan atau untuk keburukan.
4. Harta yang dimiliki, apakah sudah ditasyarufkan di jalan Alloh atau hanya untuk memburu kesenangan dunia belaka.
Sebelum hilal menampakkan diri, sebelum ramadhan benar-benar berakhir, di penghujung sisanya sangatlah tepat kiranya untuk muhasabah diri, apakah umur kita, jasad kita, ilmu kita, dan harta kita sudah benar-benar dipergunakan dengan sebaik mungkin atau hanya dijalani dengan sia-sia belaka.
Jika di ramadahan kali ini, umur, jasad, ilmu, dan harta yang dimiliki belum digunakan dengan baik, semoga di bulan-bulan berikutnya bisa lebih baik lagi, dengan setumpuk harap semoga berjumpa lagi dengan ramadhan yang akan datang untuk mendulang kebajikan yang lebih banyak lagi sebagai bekal di akhirat nanti.
Wahai Robbul Izzati, sungguh berat melepas tamu agungMu, izinkanlah kami untuk bertemu ramadhanMu lagi.
#RWCODOP2029
#OneDayOnePost #Day_29
#Hilal
Komentar
Posting Komentar