Langsung ke konten utama

Postingan

GHIRAH Segala puji hanya untukNya, sholawat dan salam selalu kepada Rasulullah Muhammad SAW. Serangkaian kata menutur dalam kalimat, menjadi alur cerita dalam berbagai genre dan tantangan fiksi maupun non fiksi, selama dua bulan penuh tanpa henti dalam fakultas ODOP batch 7. Alhamdulillah, selain dinyatakan lulus ternyata masih dapat 'bonus' sebagai salah satu peserta terbaik. Sore ini, hadiah cantik yang tak ternilai sudah sampai di tangan saya, sebuah novel manis dari karya salah satu PJ ODOP batch 7 Mbak Betty Irwanti Joko. Hadiah yang sekaligus menjadi cambuk semangatku Semoga dengan hadiah manis ini, semakin melecut niat dan semangat saya untuk segera menerbitkan karya tunggal yang selama ini masih menggantung dalam rupa outline. Perjalanan masih belum usai, ini baru permulaan. Kelas ODOP masih terus 'memanas' dengan materi-materi dahsyatnya bersama para penulis ternama di Indonesia, dan saya sungguh beruntung berada dalam lingkaran mereka. Sala...
USWAH KH. Ali Masyhuri, seorang kyai besar dari bumi sholawat Tulangan Sidoarjo Jawa Timur, hari ini menyelenggarakan walimatul ursy kedua putra putrinya. Undangan yang hadir sekitar 10.000 orang, sebagai undangan kehormatan antara lain KH. Mustofa Bisri dari Rembang, KH. Said Agil Shirot, Cak Muhaimin Iskandar, dan masih banyak Kyai-kyai lain serta pejabat pemerintah. Hal menarik bagi saya melihat perhelatan akbar tersebut adalah bukan banyaknya undangan dan meriahnya acara, tetapi pada souvenir yang diberikan kepada setiap tamu, yaitu satu set sedotan yang terbuat dari aluminium. Satu set itu berisi dua sedotan dengan bentuk yang berbeda plus satu alat pembersihnya. Sebagai salah satu undangan saya tertarik untuk menulis hal ini, sebab saat ini Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar, di antaranya berasal dari sedotan. Ternyata, beliau sebagai salah satu  Kyai kharismatik NU juga mempunyai kepedulian lingkungan yang tinggi. Beliau secara t...
KESAN PESAN ODOP BATCH 7 Pertama tahu kalau ada challenge ODOP batch 7 ini dari para senior saya di KOPLING (Komunitas pejuang literasi Nganjuk). Katanya ODOP ini keren banget, banyak ilmu literasi dari para master di bidang masing-masing. Selain itu akan menjadi wadah yang tepat untuk belajar dan mengembangkan diri jika bergabung di sini. Bagi saya yang masih sangat balita di dunia literasi, tentu sangat tertarik untuk dapat bergabung, bisa nyari ilmu literasi gratis dan bertemu para senior hebat. Tetapi begitu tahu kalau syarat untuk bergabung harus menyetorkan tulisan setiap hari selama dua bulan...OMG...rasanya langsung lemeesss... secara dua bulan harus nulis non stop dan pasti ada tanjakan-tanjakan tantangan tiap minggunya. Untungnya saya suka tantangan, meski rasanya imposible bagi saya saat itu, tapi nekat tetep ikut, jalani saja, bagaimana akhirnya nanti ya...lihat nanti juga, hahaha. Tidak hanya keharusan menulis dua bulan berturut-turut yang sempat membuat nyaliku ci...
MISTERIUS YANG GENIUS (Uncle Ik) Tidak mempunyai cita-cita sebagai penulis, tetapi akhirnya malah terjebak pada dunia literasi dan memiliki karya-karya yang gemilang, begitulah sosok salah satu dari senior di ODOP kali ini, bernama lengkap Achmad Ikhtiar yang lebih akrab dipanggil dengan Uncle Ik. Pria 'misterius' ini lahir di Jakarta pada tanggal 23 Juli 19....(silahkan diisi sediri kata beliau), dan saat ini berdomisili di Tangerang. Bukan perkara mudah untuk bisa mengorek data pribadi uncle (menurut saya sih, hahaha), karena setiap kuisioner yang saya ajukan dijawabnya dengan 'irit'. Kesan misterius Uncle Ik inilah yang membuat saya tertantang untuk menulis biografi beliau. Secara pribadi saya tertarik menulis biografi sang Uncle karena beliau pernah menjadi pemateri opening paragraf yang menarik di ODOP batch 7. Ayah dari Faza Aliansyah dan Mariam Adiba (masih dalam kandungan isteri tercintanya) mempunyai hobi yang unik, yaitu tidur, membuat prosa liris,...
MERJUR (Part-5) Bu Fatma hanya terdiam tidak mengerti apa yang dikatakan Mak Nyik pada Ari. Melihat kebingungan Bu Fatma, Mak Nyik mengangguk dan tersenyum kepadanya, lalu berlalu dari rumah Bu Fatma dan menyisakan misteri. ----- Ari, Dio, Dani, dan Raka sudah berkumpul di pos ronda. Mereka berempat akan ke rumah Mak Nyik yang letaknya berjarak 5 rumah di sebelah barat rumah Ari. Banyak hal yang ingin mereka tanyakan tentang kejadian aneh yang menimpanya akhir-akhir ini. Kedatangan Ari dan kawan-kawannya sudah ditunggu oleh Mak Nyik. ---- "Mari anak-anak, silahkan masuk!" ajak Mak Nyik ramah. Dengan ragu-ragu keempat anak itu masuk ke rumah Mak Nyik. "Silahkan duduk anak-anak, Mak buatin minum dulu." Ari dan kawan-kawan duduk di sebuah kursi kayu yang panjang. Perabotan yang ada di rumah Mak Nyik sebagian besar barang-barang kuno, sangat serasi dengan model bangunan yang juga kuno . Di sudut ruangan tengah terdapat jam dinding berukuran besar seper...
MERJUR (Part-4) Dani berjalan terburu-buru menuju rumahnya, tidak biasanya ia merasa ketakutan melewati tepi jalan desa yang sepi. Pada malam hari, bayangan pucuk daun pohon-pohon besar menyerupai rambut raksasa melambai-lambai. Dari kejauhan terdengar suara anjing mendengking. Angin berkesiur menggerakkan pohon bambu hingga saling keriang keriut. Dani semakin cepat mengayuh sepedanya, ia merutuki dirinya sendiri telah pulang terlalu malam dari berlatih basket. "Tooolooong!...." Terdengar suara perempuan merintih kesakitan di balik rimbunan pohon bambu. Dani menoleh ke arah suara, tidak ada siapa-siapa. Tengkuk Dani seketika meremang. Sepeda yang dinaiki Dani terasa berat, ia mengayuhnya sekuat tenaga, tetapi laju sepeda itu tetap melambat, seolah ada beban berat yang membonceng di belakang. Sesampainya di rumah, Dani segera membersihkan diri dan masuk ke kamarnya, ia sengaja menghindari orang tuanya. Sementara Raka dan Dio yang tinggal di rumah kos, juga me...
MERJUR (Part-3) Tidak ada siapa-siapa, hanya kesunyian di sana, tidak mungkin juga ayahnya mendahului Ari, sebab tadi jelas masih ada di dekat ruang tamu, lalu siapakah yang saat ini tidur bersama ibunya? "Le! Ada apa?" baru saja Ari akan meninggalkan kamar itu, suara ibunya yang terbangun mengagetkannya. "Ngga ada apa-apa. Ari hanya akan menutup pintu kamar ibu yang terbuka, tadi Ari terbangun karena haus, Bu." Ari bergegas pergi sambil melirik ayahnya yang masih tetap pulas di tempatnya. ---- "Dani, Dio, Raka! Apakah kalian semalam tidak mengalami kejadian aneh?" tanya Ari pada teman-temannya saat mereka berkumpul di kantin sekolah. "Ngga ada apa-apa tuh, aneh bagaimana?" saut Dani. "Aku didatangi sosok perempuan, wajahnya tidak jelas, bajunya penuh darah dan darah itu juga ada di bantalku." Jelas Ari setengah berbisisik. "Ah ... itu efek ketakutanmu saja kaliii!" sanggah Raka. "Sudah-sudah, lupak...