MISTERIUS YANG GENIUS
(Uncle Ik)
Tidak mempunyai cita-cita sebagai penulis, tetapi akhirnya malah terjebak pada dunia literasi dan memiliki karya-karya yang gemilang, begitulah sosok salah satu dari senior di ODOP kali ini, bernama lengkap Achmad Ikhtiar yang lebih akrab dipanggil dengan Uncle Ik.
Pria 'misterius' ini lahir di Jakarta pada tanggal 23 Juli 19....(silahkan diisi sediri kata beliau), dan saat ini berdomisili di Tangerang. Bukan perkara mudah untuk bisa mengorek data pribadi uncle (menurut saya sih, hahaha), karena setiap kuisioner yang saya ajukan dijawabnya dengan 'irit'.
Kesan misterius Uncle Ik inilah yang membuat saya tertantang untuk menulis biografi beliau. Secara pribadi saya tertarik menulis biografi sang Uncle karena beliau pernah menjadi pemateri opening paragraf yang menarik di ODOP batch 7.
Ayah dari Faza Aliansyah dan Mariam Adiba (masih dalam kandungan isteri tercintanya) mempunyai hobi yang unik, yaitu tidur, membuat prosa liris, bermain musik dan suka protes.
Suka protes? Begitulah pertanyaan saya ketika uncle mengatakan itu. Ternyata yang beliau maksud adalah uncle menyukai pekerjaan analisis, setelah melakukan analisa beliau sering menemukan 'kekacauan', akhirnya mendorongnya untuk melakukan protes.
Panggilan uncle yang tenar di jagad ODOP berawal dari kebiasaan anak didiknya yang memanggil uncle dan itu terbawa sampai di jagad ODOP. Sebagai kesibukan sehari-harinya adalah mengajar di bimbel yang dikelolanya sendiri untuk semua mata pelajaran mulai jenjang SD, SMP, SMA, serta mengajar bahasa inggris untuk level SD sampai SMA, Mahasiswa, dan pekerja.
Di balik sosoknya yang misterius, ternyata si uncle sangat menyukai musik metal, blues, dan orchestra. Adapun penulis favoritnya adalah Kahlil Gibran, Rumi, Dee, Tagore, Tolstoy, Rendra, dan belakangan beliau juga menyukai penulis-penulis filsafat seperti Sartre dan Camus.
Uncle Ik menekuni dunia literasi sejak tahun 2012, nama beliau cukup di kenal di jagad ODOP karena yang pertama kali mempopulerkan teknik menulis secara radikal dalam membuat tema, seperti tulisan dengan menggunakan 3 POV secara langsung dalam satu tulisan, prosa liris yang semuanya dialog, serta tulisan berbasis matematika. Nyentrik sekali bukan sosok senior ODOP yang satu ini?
Di akhir tulisan biografi Uncle Ik, berikut saya samapaikan pesan untuk semua ODOPer, pesannya sederhana tapi sangat bagus "jangan banyak begadang, ngga boleh banyak makan sambel, dan buatlah tulisan sesuai dengan lingkungan".
ODOPer yang mau lebih tahu karya-karya uncle bisa tengok di blog beliau yaitu achmadikhtiar.blogspot.com uncleik.blogspot.com tuhankotaanjing.blogspot.com
Selamat 'kepoin' si misterius yang genius ini ya....
Salam literasi!
(Uncle Ik)
Tidak mempunyai cita-cita sebagai penulis, tetapi akhirnya malah terjebak pada dunia literasi dan memiliki karya-karya yang gemilang, begitulah sosok salah satu dari senior di ODOP kali ini, bernama lengkap Achmad Ikhtiar yang lebih akrab dipanggil dengan Uncle Ik.
Pria 'misterius' ini lahir di Jakarta pada tanggal 23 Juli 19....(silahkan diisi sediri kata beliau), dan saat ini berdomisili di Tangerang. Bukan perkara mudah untuk bisa mengorek data pribadi uncle (menurut saya sih, hahaha), karena setiap kuisioner yang saya ajukan dijawabnya dengan 'irit'.
Kesan misterius Uncle Ik inilah yang membuat saya tertantang untuk menulis biografi beliau. Secara pribadi saya tertarik menulis biografi sang Uncle karena beliau pernah menjadi pemateri opening paragraf yang menarik di ODOP batch 7.
Ayah dari Faza Aliansyah dan Mariam Adiba (masih dalam kandungan isteri tercintanya) mempunyai hobi yang unik, yaitu tidur, membuat prosa liris, bermain musik dan suka protes.
Suka protes? Begitulah pertanyaan saya ketika uncle mengatakan itu. Ternyata yang beliau maksud adalah uncle menyukai pekerjaan analisis, setelah melakukan analisa beliau sering menemukan 'kekacauan', akhirnya mendorongnya untuk melakukan protes.
Panggilan uncle yang tenar di jagad ODOP berawal dari kebiasaan anak didiknya yang memanggil uncle dan itu terbawa sampai di jagad ODOP. Sebagai kesibukan sehari-harinya adalah mengajar di bimbel yang dikelolanya sendiri untuk semua mata pelajaran mulai jenjang SD, SMP, SMA, serta mengajar bahasa inggris untuk level SD sampai SMA, Mahasiswa, dan pekerja.
Di balik sosoknya yang misterius, ternyata si uncle sangat menyukai musik metal, blues, dan orchestra. Adapun penulis favoritnya adalah Kahlil Gibran, Rumi, Dee, Tagore, Tolstoy, Rendra, dan belakangan beliau juga menyukai penulis-penulis filsafat seperti Sartre dan Camus.
Uncle Ik menekuni dunia literasi sejak tahun 2012, nama beliau cukup di kenal di jagad ODOP karena yang pertama kali mempopulerkan teknik menulis secara radikal dalam membuat tema, seperti tulisan dengan menggunakan 3 POV secara langsung dalam satu tulisan, prosa liris yang semuanya dialog, serta tulisan berbasis matematika. Nyentrik sekali bukan sosok senior ODOP yang satu ini?
Di akhir tulisan biografi Uncle Ik, berikut saya samapaikan pesan untuk semua ODOPer, pesannya sederhana tapi sangat bagus "jangan banyak begadang, ngga boleh banyak makan sambel, dan buatlah tulisan sesuai dengan lingkungan".
ODOPer yang mau lebih tahu karya-karya uncle bisa tengok di blog beliau yaitu achmadikhtiar.blogspot.com uncleik.blogspot.com tuhankotaanjing.blogspot.com
Selamat 'kepoin' si misterius yang genius ini ya....
Salam literasi!


Komentar
Posting Komentar