Langsung ke konten utama
MENGULAS CERPEN SESUATU YANG MERASUKI LEMARIKU
KARYA: SABRINA LASAMA


Sebenarnya saya ingin istirahat sejenak dari menulis, setelah dua bulan penuh Ng-ODOP. Tetapi ternyata pembiasaan menulis yang telah ditanamkan selama Ng-ODOP justru malah menjadi candu untuk terus menulis. Di kelas fiksi ini, kembali adrenalin untuk menulis ditantang, seperti mahasiswa baru yang masuk di fakultas sastra dengan tugas membuat tulisan apik setiap hari. Untuk tugas di pekan pertama ini, aku tertarik untuk mengulas tulisan  Mbak Sabrina Lasamana yang berjudul Sesuatu yang Merasuki Lemariku

UNSUR INTRINSIK
Tema dan Amanat
Cerita ini menuturkan tentang kisah seorang anak bernama Lyla yang ditinggal mati ibunya ketika melahirkannya. Kemudian ayahnya menikah lagi dengan Anita yang tidak pernah menyayangi Lyla, bahkan Anita berani berselingkuh di belakang ayah Lyla.
Kegersangan hati Lyla karena tidak mendapat kasih sayang seorang ibu, mengantarkannya menjadi seorang yang dapat merasakan dan melihat dimensi dunia lain. Kemampuannya itu ia miliki begitu saja beberapa minggu setelah kematian ibunya.
Pesan yang ingin disampaikan pada cerita ini adalah, bagi seorang ayah yang menikah lagi karena kematian atau perpisahan, hendaknya tetap memberikan kasih sayang penuh, memberikan perhatian dan kepercayaan kepada anaknya sendiri. Sedangkan bagi seorang ibu tiri, hendaknya tetap memeperlakukan anak tiri sebagaimana anaknya sendiri, dan mampu menjaga kepercayaan serta kehormatan keluarga barunya.
Point of View
Cerita yang berjudul sesuatu yang merasuki lemariku menggunakan  sudut pandang orang pertama, hal itu terlihat dalam penggunaan kata “aku” dalam penuturannya, sudut pandang orang pertama mempunyai kelebihan dapat mendekatkan pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan si tokoh.
Alur
Alur dalam cerita ini menggunakan alur maju-mundur
Tahapan alur:
Pengenalan:
Cerita ini diawali dengan paragraf yang menarik melalui deskripsi yang mendetail tentang sebuah lemari tua.
Konflik:
Konflik mulai terjadi ketika ibu tiri Lyla mulai berani menyembunyikan lelaki selingkuhannya di lemari tua yang berada di kamarnya. Pada suatu hari, ayah Lyla pulang dari perjalanan dinasnya lebih cepat, Anita bingung menyembunyikan lelaki selingkuhannya dan memaksanya untuk bersembunyi di dalam lemari tua yang ada di kamar Lyla. Meskipun dilarang oleh Lyla, lelaki itu tetap memaksa masuk ke dalam lemari.
Selanjutnya terdengar bunyi cakar menggores kayu, bunyi ketukan pelan yang kemudian menjadi kencang ditambah suara erangan pelan terdengar. Lalu terdengar teriakan mencekam disusul lelaki selingkuhan Anita menghambur keluar dari lemari sambil berteriak ada hantu! Ada hantu!
Lelaki itu kemudian melemparkan tubuhnya keluar dari kamar melalui jendela.
Komplikasi
Kemampuan Lyla melihat sesuatu yang astral ternyata tidak dipercaya oleh Anita ibu tirinya bahkan oleh ayahnya sendiri. Cerita Lyla tentang adanya anak kecil yang bermain di meja makan dan sosok yang bersembunyi di dalam lemari, hanya dianggap cerita bohong oleh mereka.
Klimaks
Cerita semakin menegangkan ketika Anita memaksakan diri untuk memasukkan baju-baju bekasnya ke dalam lemari tua yang ada di kamar Lyla Meskipun telah dicegahnya,  sebab saat itu Lyla sudah merasakan energi yang tidak baik dan lebih kuat dari biasanya. Anita tidak memedulikan peringatan Lyla akan bahaya tersebut. Begitu Anita membuka lemari tua, Lyla melihat Babadok (nama hantu di lemari tua itu) menarik rambut panjang Anita dan menyekapnya di dalam kamar tetapi ia tidak dapat menolongnya.
Hingga esok paginya ayah Lyla datang dari perjalanan dinasnya dan mendapati Lyla hanya mematung di tempat tidurnya sejak semalaman, lalu ia hanya bisa memberitahu ayahnya dengan telunjuk jika Anita ada di dalam lemari tua.
Betapa terkejutnya ayah Lyla mendapati anita sudah mati dengal leher menghitam seperti bekas tercekik, dan yang paling menyakitkan Lyla adalah ayahnya menuduh bahwa Lyla yang membunuh Anita.
Penyelesaian
Cerita dibawa ke masa lalu yang menjelaskan asal usul energi negatif dan membawa ‘Babadok’ ke lemari tua, bahwa Babadok itu dahulu adalah seorang tukang kayu yang bunuh diri di pohon meranti, ia bunuh diri karena perselingkuhan istrinya. Karena hal itulah Babadok membunuh Anita karena mengingatkannya pada perselingkuhan isterinya dahulu.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh dalam cerita ini adalah:
Lyla, sebagai tokoh protagonis,  yaitu anak yang memiliki kemampuan melihat makhluk astral sejak kematian ibunya.
Anita, sebagai tokoh antagonis, ia adalah ibu tiri Lyla yang tidak pernah menyayangi Lyla, bahkan ia berselingkuh di belakang ayah Lyla.
Ayah Lyla, seorang ayah yang disubukkan dengan pekerjaannya sehingga tidak tahu apa yang terjadi di rumahnya,ia juga tidak mempercayai cerita-cerita Lyla anaknya.
Babadok, adalah ‘hantu’ yang tinggal di dalam lemari tua di kamar Lyla
Latar
Latar suasana
Suasana yang diciptakan dalam cerita ini cukup komplek, menegangkan, menimbulkan kemarahan, dan menyentuh hati. Mulai dari teror Babadok dan makhluk-makhluk astral lain yang dapat dilihat Lyla dan kesedihan Lyla karena kehilangan kasih sayang ibu dan ayah yang tidak memercayainya. Selain itu suasanahati pembaca juga dibuat marah ketika anita berselingkuh di rumah Lyla.
Latar tempat
Setting tempat dalam cerita ini hanya terjadi di dalam rumah Lyla yang terkesan sepi dan mencekam
Latar waktu
Waktu yang dimunculkan dalam cerita ini tidak begitu jelas pembagiannya antara siang atau malam.
Gaya Bahasa
Adapun gaya bahasa yang digunakan adalah bahasa yang biasa digunakan sehari-hari dengan pemiliohan diksi yang mudah difahami.
Ejaan Bahasa Indonesia
Dari awal cerita ini, tulisan yang digunakan sudah memenuhi kaedah PUEBI yang baik dan benar.


UNSUR EKSTRINSIK
Cerita ini sangat kental mengusung nilai moral, yaitu nilai-nilai yang semestinya dimiliki oleh orang tua meskipun orang tua tiri, berupa kasih sayang dan perhatian kepada anaknya. Selain itu juga mengajarkan bahwa dalam rumah tangga jangan ada perselingkuhan karena membawa akibat yang tidak baik.


http://www.ngodop.com/art/14/Sesuatu-yang-Merasuki-Lemariku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...