Langsung ke konten utama
KESAN PESAN ODOP BATCH 7

Pertama tahu kalau ada challenge ODOP batch 7 ini dari para senior saya di KOPLING (Komunitas pejuang literasi Nganjuk). Katanya ODOP ini keren banget, banyak ilmu literasi dari para master di bidang masing-masing. Selain itu akan menjadi wadah yang tepat untuk belajar dan mengembangkan diri jika bergabung di sini.

Bagi saya yang masih sangat balita di dunia literasi, tentu sangat tertarik untuk dapat bergabung, bisa nyari ilmu literasi gratis dan bertemu para senior hebat. Tetapi begitu tahu kalau syarat untuk bergabung harus menyetorkan tulisan setiap hari selama dua bulan...OMG...rasanya langsung lemeesss... secara dua bulan harus nulis non stop dan pasti ada tanjakan-tanjakan tantangan tiap minggunya.

Untungnya saya suka tantangan, meski rasanya imposible bagi saya saat itu, tapi nekat tetep ikut, jalani saja, bagaimana akhirnya nanti ya...lihat nanti juga, hahaha.

Tidak hanya keharusan menulis dua bulan berturut-turut yang sempat membuat nyaliku ciut, tetapi tulisan yang harus diposting di blog membuat aku geleng-geleng lagi. Aku sudah hampir satu tahun mengenal blog, tetapi hanya blog dari aplikasi playstore untuk menyimpan ide yang kadang-kadang muncul dan untuk menyimpan semua tulisan saya.

Akan tetapi tak apalah, yang penting ada wadah untuk nulis. Sempat minder juga sih... lihat blog teman-teman yang bagus-bagus, full colour, foto, video, dan tema yang lucu, sedang blog saya... ampuuuun...polos bangeeeet, cuma tulisan saja. "Maklum sih, saya kan sudah generasi emak-emak tuwir yang sok-sokan ikut 'nggaya' mahasiswa, jadi kalau blognya masih sederhana wajar", hiburku sendiri.

Masuk pada challenge pekan ke-6 yaitu membuat feature tempat yang pernah dikunjungi harus  beserta fotonya. Alamaaak!! pussiang awak. Sebelumnya saya pernah minta tolong senior Kang Winarto dan PJ Tokyo Lutfi 'bakul kopi'  untuk diajari cara menambahkan foto pada blog, tetapi entah aku yang terlalu lola efek faktor U atau karena cara ngajarinya yang terlalu 'ekstrim', intinya aku tetap belum bisa.

Sejauh itu aku masih nyantai, sebodo teuing kalau blog aku polosan, hahaha. Karena ada keharusan di challenge pekan ke-6, akhirnya aku curhat di grup besar ODOP 7. Alhamdulillah ada Mbak Renita cantik (entah dari negara mana, maafkan aku tak sempat mengenal negara asal Mbak), beliau sangat telaten memberi tutorial kepada saya melalui screenshoot tahap-tahapnya.
Itu adalah chat mesra Mbak Renita yang telaten memberi tutorial 


Hampir setengah hari aku utak-atik mempelajarinya di sela-sela jam kerjaku. Akhirnya... Yess! I can...
Aduuuuh, senengnya minta ampun seperti anak kecil menemukan mainan baru. Sejak pekan ke-6 itulah blog ku mulai kelihatan lebih cantik karena sudah bisa menambahkan foto dan video, Mbak Renita...rasanya pingin deh meluk dikau... love u full.

Kesan yang lain adalah terjadi di grup Tokyo, entah gimana awalnya, si PJ yang satu-satunya cowok yaitu Lutfi, tetiba kok nyebut aku calon mertua dan akupun dengan senang menyebutnya calon mantu, tapi emang sih, aku punya anak gadis manis yang sekarang masih SD, si Lutfi paling diam-diam naksir gadis sholihahku itu (just kidding). Tak apalah, kataku. Urusan akhirnya mereka berjodoh atau tidak itu mutlak ketetapanNya, kan begitu?

Kalau sesama peserta ODOP, aku terkesan dengan Mbk Nio, Mbak Ayu safitri (pembaca setia hororku) dan Mas Briantoro, mereka yang paling sering mengunjungi blogku dengan meninggalkan  jejak yang manis.
SS pembaca setia hororku Mb Ayu Safitri 😘😘
dan ini SS kunjungan Mb Nio dan Mas Brian yang lumayan seting mampir



Adapun dari pemateri, saya paling terkesan dengan Uncle Ik. Mengamati cara beliau menyampaikan materi, cara menulis, dan menjawab pertanyaan, terlihat sekali kalau senior yang familiar di panggil uncle ini sangat misterius (menurutku sih). Karena alasan itu pula aku tertantang untuk bisa mengorek beliau lebih dalam pada challenge ke-8 biografi. And...done! biografi tentang beliau aku dapat plus foto-foto pribadinya. Tau ga pemirsa? Untuk mendapat fotonya aku harus mengeluarkan jurus rayuan maut, hahahaha.
Foto eksklusif Uncle Ik yang misterius dan genius


Ah, rasanya memori hp ini tidak cukup untuk menulis seluruh kesanku di ODOP, satu kata saja deh untuk mewakili semua, ODOP memang luar biasa, besar harapanku untuk semakin berkembang di komunitas ini.

Pesan untuk seluruh PJ dan peserta ODOP batch 7, sempatin kopdar yuuuks...sinau bareng, ngguyu bareng, dan bisa maju bersama dalam kebaikan.

Akhirnya, hanya ucapan alhamdulillah, alhamdulillah, dan alhamdulillah. Melalui ODOP semakin nyata jalanku untuk mewujudkan mimpi terindahku yaitu "tetap bisa membuat tulisan yang layak dibanggakan pada anak cucu, meski usia sudah menggapai senja dan raga sudah mulai merapuh".

Salam literasi!

Kertosono, 06 November 2019

Komentar

  1. MasyaAllah. Salam literasi mbak. Aamiin. Aamiin. Aamiin. Semoga terwujud....

    BalasHapus
  2. malang kertosono dekat bu.. mugi2 saget mampir, saget ngangsu kaweruh...

    rahayu sagung dumadi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya sering kq ke malang, malang mana mas muhammad ini?

      Hapus
  3. Awwww Masya Allah, makasih, Mbak Anis 🌹🌹

    BalasHapus
  4. Aq paham,bgt kesibukan bu Anis sbg single parent n guru, krn aq jg dibesarkan wanita hebat seperti itu 😍, Love you Bu Anis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah.. makin cinta aja nih aku sama eluπŸ˜€πŸ˜€

      Hapus
  5. Balasan
    1. Harus ada lah, utk reader setia hororkuπŸ˜€πŸ˜€

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...