Langsung ke konten utama
SYARAT


Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank.

Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan.

"Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!"

Brak!!
Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang.

Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik melainkan terkirim pada oknum yang mengaku bagian distribusi barang.

Hadi masih termenung di ruangannya sambil memikirkan bagaimana caranya menyampaikan berita itu kepada Pak Cahyo, pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
----
"Aku sangat kecewa dengan kecerobohanmu, Had! Tapi kemarahanku juga tidak akan membuat uangku kembali. Satu pesanku, jangan sekali-kali hal seperti ini terulang lagi." jawab Pak Cahyo setelah mendapat laporan dari Hadi.

"Iya, Pak. Saya berjanji akan lebih berhati-hati lagi.
-----

1 bulan kemudian


"Had! Tolong hari minggu yang akan datang persiapkan acara pagelaran wayang kulit, undang dalang Enthus yang ternama itu, supaya masyarakat sekitar kita mendapat hiburan." Perintah Pak Cahyo dari ujung telpon.

"Wah, mendadak sekali, Pak. Dalam rangka apa ini kok kita 'nanggap' wayang?"

"Ha ha ha ha ...." Pak Cahyo tertawa, lalu ia balik bertanya kepada Hadi, "Aku belum bercerita kepadamu ya, kalau dua hari lalu aku telah menikah dengan Yana. Jadi anggap saja pagelaran wayang itu sebagai bentuk syukuran atas pernikahanku."

"Owalah, gitu kok tidak mengundang saya"

"Ngga ada acara apa-apa kok, cuma akad nikah dan hanya dihadiri keluarga inti saja."
-----
Balai desa Pranari mulai ramai sejak sore. Penjual kaki lima mulai menjajakan dagangannya. Wayang-wayang yang akan ditampilkan sudah terjajar rapi ditancapkan di atas bonggol pisang yang disediakan.

Tepat jam delapan malam pertunjukan wayang kulit dimulai. Halaman balai desa sudah mulai sesak oleh masyarakat.

Semakin malam Ki Dalang Enthus makin rancak memainkan wayang-wayangnya.

Tiba-tiba suasana menjadi sangat gaduh, seorang pengunjung laki-laki terjatuh, matanya mendelik, nafasnya terlihat sesak, nadinya melemah dan dari mulutnya keluar seperti busa.

Beberapa saat kemudian, petugas kesehatan dari RSUD datang, dengan teliti petugas itu memeriksa orang tersebut yang kemudian diketahui bernama Jarwo. Ketika petugas itu mendengarkan detak jantungnya dengan stetoskop, tiba-tiba ia menegang sebentar dan nafasnya tercekat, setelah itu kepala Jarwo terkulai lemah, ia telah mati.

Penonton yang sedang asyik menikmati wayang menjadi heboh dan suasana kacau, akhirnya pertunjukan wayang dihentikan.

Di sudut kamarnya yang remang-remang, Pak Cahyo tersenyum dengan seringai yang mengerikan.

"Hemmmm, persembahanku telah diterima, satu nyawa seorang laki-laki yang masih bujang, dan besok malam aku bisa 'meniduri' Yana, gadis cantik dengan weton jum'at kliwon dan mempunyai tahi lalat di bahu kiri, sama persis dengan keempat isteriku sebelumnya. Pasti setelah ini, perusahaanku akan berkembang lebih pesat lagi, dan uangku yang hilang akan kembali. Sebab perjanjian sudah lunas aku bayar, nyawa laki-laki lajang dan menikahi gadis jum'at kliwon dengan tahi lalat di bahu kiri. HaHaHaHa...."

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...