Langsung ke konten utama

SANDAL JEPIT

SANDAL JEPIT PENYELAMAT SIKSA KUBUR

Bicara tentang sandal jepit, tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahannya dari karet yang lentur, anti air, ringan, bentuk yang flat, sehingga nyaman untuk dipakai sehari-hari.

Sandal jepit tidak hanya familiar menemani aktifitas sehari-hari. Tetapi sandal jepit ternyata bisa menyelamatkan dari siksa kubur. Kok bisa? Bagaimana korelasi antara keduanya?

Aktifitas buang air kecil atau kencing, adalah salah satu cara alami tubuh mengeluarkan zat sisa metabolisme dan racun tubuh, serta kelebihan kadar air untuk memelihara kesehatan.

Kencing atau urine terbentuk melalui tiga proses, yaitu:
1. Filtrasi
Ginjal menerima aliran darah yang membawa air zat sisa metabolisme dari dalam tubuh seperti urea, kemudian nefron akan menyaring darah untuk membuang racun zat metabolisme tubuh dan terbentuklah urin primer.

2. Reabsorbsi
Adalah penyerapan air dan zat yang masih diperlukan tubuh seperti protein, elektrolit, dan garam dari urin primer, sehingga terbentuk urin sekunder.

3. Augmentasi
Yaitu pengumpulan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh, lalu dikeluarkan oleh pembuluh kapiler melewati tubulus distal dan terbentuk urin yang sesungguhnya, urin tersebut akan ditampung pada vesica urinaria atau kandung kemih, kandung kemih hanya akan mampu menampung sekitar 300 ml urin saja.

Melalui proses alami itulah tubuh mengeluarkan racun melalui kencing. Karena air kencing itu adalah zat sisa dan berupa racun, sehingga air kencing bersifat najis.

Sebagai orang muslim, melakukan ibadah khususnya sholat, harus dalam keadaan yang bersih dan suci. Apabila sholat dilakukan dalam keadaan membawa najis, maka sholat tersebut tidak akan syah. Karena sebab inilah, najisnya kencing dapat menjadi sebab siksa kubur yang pedih.

Dasar yang menguatkan tentang akibat najisnya kencing ini adalah hadits dari Abu Hurairah, Rosulullah SAW bersabda: "Berusahalah kalian menjaga kebersihan dan kencing. Karena sedungguhnya mayoritas azab kubur adalah karenanya."

Dalam surat Al Baqoroh:222 Alloh SWT juga berfirman: "Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri."

Adapun salah satu cara untuk menjaga dari terkena najis kencing adalah dengan memakai sandal jepit ketika di kamar mandi, mengapa?

Kencing bersifat cair, yang cipratannya bisa kemana-mana ketika memancar dari lubang asalnya. Bisa memancar ke closed bahkan di lantainya.

Apabila ke kamar mandi dengan bertelanjang kaki, bukannya sangat mungkin kaki dapat terkena najis kencing yang ada di lantai? Lalu saat keluar dari kamar mandi, najis kencing yang menempel di kaki akan ikut terbawa keluar kamar mandi, dan bagian-bagian yang lain bersama setiap langkahnya.

Najis menjadi tersebar kemana-mana, sehingga dapat menyebabkan orang lain juga terkena najis pada baju atau badannya, sehingga sholatnya tidak syah tersebab karena najis tersebut.

Untuk mencegah hal itu terjadi, salah satu solusinya adalah memakai sandal jepit ketika di kamar mandi. Setelah selesai melakukan aktifitas di kamar mandi, kaki yang beralaskan sandal jepit tinggal dibasuh, dengan demikian kaki akan aman dari terkena najis di lantai karena sudah beralaskan sandal jepit.

Kemudian begitu akan keluar, sandal jepit tinggal di lepas dan tetap ditinggal di kamar mandi. Kemudian kaki melangkah seperti biasa tanpa khawatir terkena najis yang tidak terlihat.

Sedemikan cermatnya islam mengatur kebersihan dan kesucian penganutnya secara dzohir dan batin. Bersih dzohir dengan menjaga kebersihan dan kesucian ragawi, sedangkan kebersihan batin adalah dengan selalu berhusnudzon kepada Alloh.

Melalui sandal jepit, kesucian diri bisa terjaga, dan kelak ketika tiba saat menghadapNya, dapat dengan purna mempertanggungjawabkan segala amal ibadah dengan tanpa rugi karena sebuah najis.

Kertosono, 06 Oktober 2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...