RAHASIA MERAIH SUKSES
"Lebih baik menjadi orang yang 'mengerti' dari pada hanya menjadi orang pandai."
------
Apakah anda pernah melihat teman, tetangga, atau saudara yang ketika masih sekolah atau kuliah selalu ranking, tetapi ketika sudah lulus ia tidak menjadi apa-apa?
Sebaliknya, pernahkah anda melihat teman, tetangga, atau saudara ketika masih sekolah atau kuliah ia biasa-biasa saja, tetapi ketika lulus ia menjadi orang yang sukses?
Hal seperti itu banyak terjadi di sekitar kita, terlepas dari segala takdir yang ditetapkanNya, ada pelajaran menarik yang dapat diambil.
Ilmu yang berkah dan bermanfaat, adalah ilmu yang dapat membawa pemiliknya pada suatu kemuliaan atau kesuksesan. Sukses di dunia dan selamat di akhirat.
Dalam kitab ta'lim al muta'allim banyak disebutkan, bahwa sepintar apapun seseorang jika meninggalkan adab, maka akan hilang keberkahan ilmunya, atau bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali.
Adab tersebut meliputi adab dzohir dan batin, adab dzohir adalah dengan memuliakan dan tawadlu' kepada guru dan kyai secara dzohir, sedangkan adab batin adalah tidak berburuk sangka atau penyakit hati lainnya kepada guru dan kyai.
Sikap tawadlu serta memuliakan guru dan kyai mutlak dimiliki seorang santri atau pencari ilmu. Sikap tersebut bukan karena seorang guru dan kyai butuh dihormati, tetapi sikap tersebut dapat menjadi jalan mengalirnya ilmu.
Pencari ilmu ataupun santri, adalah serupa gelas yang akan diisi oleh air. Seorang guru dan kyai diumpamakan sebagai sebuah teko tempat air yang akan dialirkan, dengan demikian air tidak akan dapat diterima gelas dengan baik dan penuh jika gelas tersebut lebih tinggi letaknya dari teko tempat air yang akan mengisi gelas tersebut.
Selain posisi gelas yang tidak baik jika lebih tinggi dari teko, supaya gelas dapat menampung air dengan baik harus pada posisi yang tegak, bukan miring apalagi tertutup.
Dengan demikian, sikap tawadlu' menjadi kunci keberkahan sebuah ilmu, karena keridloan seorang guru dan kyai akan mengalir dengan baik,
Pesantren adalah sebuah wadah yang tepat untuk mendidik akhlak (adab), aqidah, kemandirian, keterampilan, kecerdasan spiritual, dan hidup bersosial.
Oleh karena itu, menitipkan anak di pensantren adalah investasi mahal untuk persipan dunia dan akhirat. Anak-anak mungkin akan menangis di awal-awal mereka mondok, sebab harus berpisah dengan keluarga dan harus hidup mandiri. Akan tetapi kelak ia akan tersenyum merasakan manisnya pernah menjadi santri.
Mondok itu keren, ngga mondok ngga keren!
Selamat Hari Santri Nasional ke-4, 22 Oktober 2019
Bunayyaku, santri Tambak Beras Jombang in action

Adab lebih penting dari ilmu mak jleb
BalasHapusHarus
Hapus