PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL
DI MAN 1 NGANJUK
MAN 1 Nganjuk merupakan Madrasah Aliyah Negeri tertua di kabupaten Nganjuk dan merupakan salah satu unit pendidikan yayasan Miftahul 'Ula. Sebagai sekolah negeri yang berbasis pada pesantren, MAN 1 Nganjuk hari ini juga memeperingati Hari Santri Nasional yang ke-4.
Momentum hari santri nasional perlu diperingati sebagai upaya menghidupkan jiwa-jiwa santri dengan pribadi yang beradab, beraqidah, terampil, mandiri, dan berjiwa sosial.
Tema yang diambil dalam peringatan hari santri kali ini adalah Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia. Sudah tidak diragukan lagi sepak terjang para santri dan kyai dalam upaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ghiroh berjuang para santri tersebut salah satunya dibangkitkan oleh KH. Hasyim Asy'ari di Surabaya untuk menolak penjajahan belanda pada tanggal 22 Oktober 1945, saat itu bertepatan dengan terjadinya resolusi jihad.
Jihad yang dimaksud adalah jihad untuk berjuang melawan penjajahan dan mempertahankan tanah air Indonesia.
Saat ini, meski penjajahan secara fisik sudah tidak ada lagi, akan tetapi sebenarnya penjajahan telah mencengkeram para generasi penerus bangsa.
Penjajahan saat ini lebih menyerang ke aqidah dan adab generasi muda melalui budaya- budaya asing yang masuk, kecanggihan teknologi dan informasi, serta kebebasan pergaulan.
'Penjajahan' yang seperti ini lebih membahayakan jika tidak segera diantisipasi, sebab dapat merusak moral bangsa. Oleh karena itu, jiwa-jiwa mulia para santri sebagai salah satu dari elemen masyarakat penerus bangsa, perlu dihidupkan kembali antara lain dengan peringatan hari santri nasional.
Rangkaian kegiatan peringatan hari santri di MAN 1 Nganjuk dimulai dengan sholat dluha, sholat hajat, istighotsah, dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan kisah perjuangan salah satu pengasuh pesantren di yayasan Miftahul Ula, yaitu KH. Jamaludin Abdullah BA. Kyai yang dilahirkan 92 tahun yang lalu, tepatnya februari 1927 adalah salah satu tokoh pelaku sejarah yang ikut berjuang melawan penjajajan.
Sholat dluha, hajat, dan do'a bersama untuk keselamatn bangsa
Setelah acara 'cangkruan' menyimak perjalanan perjuangan sang Kyai, peringatan hari santri dilanjutkan dengan lomba kreasi musik patrol dengan lagu hari santri yang diikuti oleh perwakilan 18 kelas X dan XI MAN 1 Nganjuk.
KH. Jamaluddin Abdullah, BA.
Salah satu pengasuh di yayasan Miftahul 'Ula
Semoga peringatan hari santri nasional kali ini, mampu menumbuhkan dan meningkatkan kembali 'ruh' santri sebagai garda depan penjaga negeri.
Selamat Hari Santri Nasional yang ke-4, 22 Oktober 2019






Selamat hari santri
BalasHapus👍
HapusNice feature mba anis
BalasHapusTq
Hapus