KEPADA SEBUAH NAMA
Berpuluh kali purnama menyapa semesta
Telah pula berganti sabit yang cuma selarit
Pada masa yang panjang dalam dekap harap
Hati ini kosong menanti mimpi pengusir senyap
Untukmu yang masih tertutup tabir
Entah kapan kau diizinkan hadir
Agar takkan lagi
Kulalui hujan dan kemarau seorang diri
Kepada jiwamu aku merindu
Sebuah nama yang kelak digaris sebagai lelakiku
Meski aku tak pernah tahu
Serupa apa dan di belahan bumi mana adamu
Tuhan kan mempertemukan aku dan kamu
Bait-bait do'a meluap terucap tanpa syarat
Sebanyak tetes hujan mengguyur segala yang meranggas
Begitulah erat kupeluk do'a
Untuk namaku dan namamu yang akan menjadi kita
Kepada sebuah nama yang itu entah ....
Aku ingin menjadi baju hangat pada basah tubuhmu
Oleh hujan yang datang pada lelap malammu
Rinainya merupa alunan alam yang syahdu
Duhai penguasa jiwa-jiwa dalam genggamMu
Meski purnama kembali berlalu
Meninggalkanku yang setia memeluk taqdirMu
Kelak sejumput harap akan tiba bersama hujan
Saat itulah aku dan kamu adalah kita
Kertosono, 12 Oktober 2019
Jadi juga puisinya dan wow keren
BalasHapusTapi sy butuh waktu beberapa kali lipat lbh byk daripada mmbuat fiksi😀😀
HapusBuah kerja keras tg memuaskan😆
BalasHapusKeren Kak Anis👍
Makasih makasih😘
HapusKeluar dari zona nyman y mbak 😊😃🖒
BalasHapusHu um
HapusWow keren
BalasHapusTq
HapusMantap puisinya kak
BalasHapusTq
Hapus