Langsung ke konten utama

AKU

Pada minggu-minggu terakhir ODOP ini, sengaja aku menulis tentang 'aku' setelah kemarin menulis tentang perjalananku. Ngga ada maksud apa-apa sih,  cuma ingin saja membuat tulisan yang berbeda, yang pasti semoga tulisan ini bisa menghibur dan ada manfaat bagi yang berkenan membacanya.

Di ujung Jawa Timur bagian selatan  tenggara, Banyuwangi tepatnya, beberapa tahun yang lalu aku dilahirkan. Kehidupan pesantren salaf sangat kental sekali pada keluargaku, karena kakek dari Abah memang mengasuh sebuah pesantren kecil.

Meski tradisi pesantren salaf sangat kental, Abahku seorang aktifis di zamannya. Beliau dipercaya memimpin beberapa organisasi kepemudaan dan politik. Kegiatan orasi, kampanye, dan semacamnya seringkali dilakukannya.
Ketika menjelang Munas (Musyawarah Nasional) NU (entah yang ke berapa aku lupa), aku dilahirkan ibu pada malam senin di bulan Juli. Kelahiranku tidak ditunggui Abah karena saat itu beliau sedang mempersiapkan Munas NU.

Bayi perempuan itu lalu diberi nama Anis Hidayati. Menurut Abah nama itu berarti perempuan yang selalu mendapat hidayah atau petunjuk dari Alloh. Di nama itulah tersemat doa yang selalu dilangitkan oleh orang tuaku.
Meskipun namaku hanya terdiri dari dua kata, namun aku memiliki beberapa nama panggilan. Antara lain An, Nisa, Nis, Hida, dan Anis. Kalau keluarga besar selalu memanggilku An, sedang teman-teman sekolah dan kuliah lebih banyak yang memanggilku Anis.

Aku mempunyai dua adik laki-laki, Zainullah syuja' dan Rifqi Fatawi. Dari ketiga nama itu lalu kami dibuatkan nama keluarga Anizar, Anis-Zainullah-Rifqi. Seringkali kami dibuatkan kaos atau jaket yang kemudian diberi sablon nama Anizar. Tentunya kami sangat suka dengan nama keluarga itu, sampai saat ini, emailku memakai nama Anizar.

Saat aku masih SLTA (tepatnya di MAN 1 Jember) sampai kuliah di kota apel Malang, aku sangat menyukai organisasi. Puncak jabatan organisasi yang pernah aku raih adalah  ketua Senat Mahasiswa (sekarang banyak memakai istilah BEM), dan koordinator wilayah IV (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat) ISMPI (Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia).

Selama aktif di organisasi kampus, aku juga pernah menjadi pelaku sejarah  yaitu sebagai salah satu mahasiswa yang ikut demonstrasi menuntut reformasi hingga lengsernya orde baru di tahun 1998.
Semua peristiwa mencekam pada saat itu seperti penculikan mahasiswa, peristiwa ninja di Banyuwangi, dan lain-lain, terekam dengan baik di memori otakku (sebagian kisahnya aku tulis di cerbung dengan judul teror ninja di tapal kuda)

Melihat sepak terjangku di organisasi dan sering pergi ke beberapa kampus di Indonesia untuk acara kemahasiswaan, tidak membuat Abahku khawatir. Padahal aku anak perempuan yang mempunyai postur tubuh kecil harus sering bepergian dan membaur dengan aktifis-aktifis yang lain. Abahku juga tidak mempermasalahkan ketika aktifitasku itu dianggap tabu oleh keluarga besar yang memang sangat kental dengan tradisi pesantren salaf.

Ketika aku menanyakan hal itu pada Abah, dengan enteng beliau menjawab " berarti nama yang kuberikan kepadamu bisa sesuai dengan cita-cita abahmu ini, dulu ketika abahmu masih remaja dan belum mendapat tugas sebagai Da'i, Abah mempunyai teman perempuan sesama aktifis yang bernama Anis, dia sangat cerdas, lincah, dan piawai ketika memimpin organisasi. Saat itu abahmu punya azzam jika nanti punya anak perempuan akan kuberi nama Anis, dengan harapan anakku bisa trengginas seperti Anis temanku itu."
Aku bangga mendengar cerita Abah, ternyata di balik namaku yang sederhana dan agak pasaran (menurutku sih...) tersimpan sebuah doa dan cita-cita mulia Abah.

Ketika saat ini aku mulai menekuni dunia literasi (sekitar 1 tahun yang lalu), aku tetap lebih suka memakai nama asliku Anis Hidayati, bukan menggunakan nama pena, karena namaku mempunyai makna istimewa bagi orangtuaku.


Kertosono, 16 Oktober 2019
Inilah Aku


Komentar

  1. Gak nyangka, perempuan seimut ini penulis cerita horor 😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. imaginasi saya terlalu liar kalle yaa...hahahah

      Hapus
  2. Iri punya sodara yang kompak. Andai kakak laki-laki saya masih hidup mungkin akan seindah cerita ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga masih selalu tetap indah meski kakaknya sdh mendahului menghadapNya.

      Hapus
  3. Kita sama, (saudaranya)
    Sulung dg dua adik laki2 😆

    BalasHapus
  4. meski saya sulung tapi saya malah seperti adik bungsu,hahahaha

    BalasHapus
  5. Kayanya masih mungil aku kok hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...