Langsung ke konten utama

SALAH SANGKA

SALAH SANGKA

"Iih ... tetangga depan rumah rajin banget, malam-malam gini pake siram-siram bunga, suara guyuran airnya keras sekali sampai sini. Biarin aja deh, suka-suka mereka aja, lebih baik aku lanjut menulis." Aku mengomel sendiri, karena penghuni rumah yang lain masih di masjid.

Beberapa menit kemudian, suara seperti guyuran air tadi semakin dekat. Aku mempertajam pendengaran, dan benar, suara kemeresak itu semakin dekat denganku.

Belum juga satu paragraf selesai, konsentrasiku buyar, tercium aroma hangus dari arah dapurku.

"Oh my God! Oporku...."
Secepat kilat aku berlari ke dapur. Asap mengepul pekat di atas kompor. Ada api meletup-letup kecil pada permukaan panci yang mulai memerah terbakar.

Sejenak aku panik, lalu dengan ketakutan segera kumatikan kompor. Api masih terlihat sedikit menyala di atas panci. Kemudian kuraih handuk dan mencelupkannya di bak air.

Blup!
Handuk yang basah berhasil memadamkan api seluruhnya.

"Uufft, lega, Alhamdulillaah...."
Ucapku sambil mengusap keringat yang mengalir di kening. Tapi, aku harus merelakan opor ayam favoritku hangus tak tertolong lagi.

Rupanya tadi aku lupa kalau memanaskan opor ayam, karena terlalu fokus menulis.

Beginilah balada Emak-emak yang sudah beralih ke PDI (baca: Penurunan Daya Ingat). Semoga itu bukan anda.

True story malam ini
Kertosono, 16 September 2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...