Langsung ke konten utama

MALAM SELASA KLIWON

     MALAM SELASA KLIWON
                   ( Part 1)

Tidak banyak yang ikut mengantarkan pemakaman Bandi, hanya ibunya, beberapa warga, dan  Kyai Ruhyat saja.

Prosesi pemakaman dilakukan dengan cepat, karena hari sudah menjelang maghrib. Setelah jenazah Bandi dikuburkan, Kyai Ruhyat dan warga segera berpamitan pada Bu Sofia, ibunya Bandi.

"Maaf, Bu. Kami harus segera kembali ke pesantren. Habis Maghrib nanti ada kajian kitab Ihya. Oh ya, Bu ... usahakan makamnya Bandi selalu ada yang menjaganya selama tujuh hari. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." Pesan Kyai Ruhyat.

Sepeninggal Kyai Ruhyat dan santrinya, Bu Sofia menyandarkan tubuhnya pada nisan makam anaknya.

Bandi adalah anak tunggal, Ayahnya meninggal sejak ia berusia 5 tahun.

Selama ini Bandi adalah anak yang baik, penurut, dan sudah menghatamkan bacaan Qur'annya di pesantren Kyai Ruhyat.

Tetapi entah mengapa, sejak memasuki SMA, Bandi menjadi anak yang sulit diatur, sering meninggalkan sholat, membuat onar di desa bahkan beberapa kali Bandi diantar temannya pulang dalam keadaan mabuk.

Sudah habis nasehat Bu Sofia pada anak semata wayangnya, tapi Bandi tetap tidak berubah.

Siang tadi, selepas sholat dzuhur, Bu Sofia dikejutkan oleh laporan warga, Bandi ditemukan di pinggiran desa dengan kondisi kejang-kejang dan mulut berbusa. Di dekatnya ada botol minuman keras oplosan yang tinggal separuh. Naas, Nyawa Bandi tidak tertolong. Ia mati setelah menenggak minuman keras oplosan tepat di hari selasa kliwon.

Bu Sofia mengusap air mata yang tanpa permisi mengalir di pipi yang mulai keriput. Hatinya begitu sedih. Ia harus kehilangan anak semata wayangnya, terlebih jika mengingat kematian Bandi karena hal tercela.

"Semoga Alloh mengampuni dosa-dosamu, Nak." Tangan kurus Bu Sofia mengusap batu nisan Bandi, sebelum ia meninggalkan kuburannya.

Malam mulai turun, kuburan yang terletak di pinggir desa dan bersebelahan dengan sungai, nampak lengang dan menyeramkan di malam hari.

Sesekali suara keokan gagak hitam beradu dengan suara arus sungai, menjadikan suasana menjadi lebih menyeramkan.

Pucuk-pucuk daun kamboja yang tertimpa pendar sinar bulan, nampak seperti rambut raksasa melambai-lambai. Bau wangi dan bau busuk kadang menguar tercium oleh warga yang kebetulan melintas.

Kuburan Bandi terletak di paling pinggir, tepat berbatasan dengan sungai, dan hanya dipisahkan oleh beberapa rumpun bambu.

Di dalam rumah, Bu Sofia mondar-mandir kebingungan. Ia tahu, jika ada jenazah yang dikuburkan pada malam selasa kliwon harus ditunggui makamnya selama tujuh hari, sebab masyarakat setempat percaya, jika ada yang meninggal pada selasa kliwon, jenazahnya menjadi keramat, dapat dijadikan mahar pesugihan dan lain-lain.

Beberapa warga dan teman Bandi, sudah dimintai tolong Bu Sofia untuk menjaga makam Bandi. Tetapi mereka semua menolak karena berbagai alasan.

Bu Sofia memaklumi penolakan mereka, tidak lain karena Bandi dibenci warga akibat tingkah lakunya yang sering membuat onar.

Akhirnya Bu Sofia pasrah, ia tidak berani meminta tolong pada Kyai Ruhyat. Satu-satunya yang bisa dilakukannya adalah mengambil Al Qur'an dan mulai membaca ayat demi ayat surat Yaasin.

Dengan terbata-bata disertai isak tangis, perempuan setengah baya itu mengaji. Kesedihan begitu mendalam menyelimuti hatinya. Di saat ia kehilangan Bandi, tidak ada warga yang peduli padanya.

Sementara itu, sekelebat bayang hitam, mengendap-endap memasuki gapura kuburan. Langkahnya tergesa menuju makam Bandi.

Tanah kuburan yang masih basah dan aroma kembang kenanga, tidak membuat nyali sosok itu menciut. Perlahan sosok tersebut mengeluarkan cangkul yang disembunyikan di karung yang dibawanya. Sesaat ia menyeringai, sebelum bersiap mengayunkan cangkulnya di makam Bandi.

Kertosono, 18 September 2019

Bersambung....

Komentar

  1. Mbak, seringnya cerita horor ih. Yang ini benar2 bikin kakiku dingin

    BalasHapus
  2. Percaya fa, sktr 15 menit yll, sy mencium aroma kuat roti O, tahu sendiri kan gerai roti itu ada dmn? Sedang rmhku sangat jauh dr tempat yg ada gersinya itu. Mnrt mb dr manakah sumber aroma itu?

    BalasHapus
  3. Wih di tunggu lanjutan ny mbak
    Aku suka yg horor2 😃👍

    BalasHapus
  4. Aku pengen nih bikin horror gini tapi takut sendiri🤣

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...