Langsung ke konten utama

SEPENGGAL KISAH PERJALANAN

#30harimenulis_2019_hari_23
#Tema:know it all
#No:15
#wordcount:783

SEPENGGAL KISAH PERJALANAN

Suer! Tema kali ini bikin aku tersenyum.

"Tulislah mengenai sesuatu yang sangat anda kuasai betul. Misalnya tentang hobi Anda, atau sesuatu yang menjadi passion Anda." Begitulah tantangannya.

Kenapa aku tersenyum? Karena aku harus menulis hal yang aku kuasai betul, misalnya tentang hobi. It's okey, hobiku seperti emak-emak pada umumnya, yaitu menghabiskan uang untuk shopping dan jalan-jalan. Nah... ada yang sama dengan aku ngga? Jika sama ayo kita tertawa bareng, sebelum tertawa itu dilarang.

Baiklah pemirsa, aku akan menulis tentang salah satu hobiku, travelling. Aku enggan bercerita tentang hobi yang satunya yaitu menghabiskan uang untuk shopping, malu gitu. Karena...sini aku bisikin, sebenarnya jatah bulanan saya ngga banyak, so...hanya cukup untuk belanja kebutuhan dapur satu bulan. Tapi supaya kelihatan keren bak emak-emak sosialita, aku pakai istilah shopping. Shopping apa? shopping sayuran dan lauk pauk di pasar tradisional, ups (jangan diketawain ya, pliis...). Hanya sesekali jalan-jalan ke mall, tapi ya...cuma jalan-jalan saja, belanjanya tetap ke pasar tradisional. Kasihan ya gaess.

Cukup ya bocorannya tentang hobiku shopping, selanjutnya kuceritakan hobiku satunya saja yang lebih riil, jalan-jalan.

Entah ini faktor keturunan atau memang sudah menjadi garis hidupku, sejak kecil aku sangat menyukai petualangan, pergi ke sana sini, menjelajah alam ataupun yang lainnya. Istilah kerennya saat ini travelling ya gaess.

Jika saat masih SD dulu, petualanganku mirip si bolang, itu lo...salah satu acara di televisi swasta. Bermain air di sungai, manjat-manjat pohon, dan lain-lain.

Ketika aku sudah mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Malang, hobiku jalan-jalan makin sering dilakukan, apalagi aku bertemu dengan teman-teman yang punya hobi sama.

Setiap masa liburan tiba, aku dan teman-temanku akan menghabiskannya untuk melakukan ekspedisi. Mendaki gunung Arjuna, gunung Bromo, mengunjungi berbagai coban (air terjun) di Malang seperti coban talun, coban rondo, dan coban rais.

Tidak hanya itu saja, segoro anakan, sendang biru, dan banyak lagi sudut-sudut kota Malang yang sudah aku kunjungi.

Berbicara tentang Segoro anakan Malang selatan, aku langsung teringat pada salah satu film "The Beach" yang dibintangi oleh Leonardo d'carprio. Setting laut pada film the beach tersebut sangat mirip keindahannya dengan laut di segoro anakan.

Segoro anakan pada awalnya adalah pesisir pantai dengan pasir putihnya yang bersih. Di sebelah selatan pantai adalah laut selatan lepas yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Antara pesisir pantai dan laut selatan tersebut dibatasi oleh bukit karang yang tinggi.

Dari tahun ke tahun bukit karang itu dihantam ombak besar terus menerus sehingga menciptakan lubang besar. Dari lubang besar itulah air laut masuk menuju ke bagian pantai, akhirnya pantai tersebut lama-lama membentuk seperti laut baru. Itulah sebabnya diberi nama segoro anakan.

Kota-kota lain tak luput juga dari incaran destinasiku di antaranya adalah Yogyakarta. Di sana terdapat pantai Parangtritis dan Parang Kusumo yang penuh dengan cerita mistis Nyi Roro Kidul.

Selanjutnya adalah pulau Dewata, Bali. Kota seribu pura dengan keindahan alam yang memesona, serta kemolekan pantainya. Sebut saja pantai sanur, kute,  tanah lot, dan lainnya.

Di Lampung, ada Way Kambas, tempat perlindungan gajah dan Great Giant Piniapple Center (GGPC) yang merupakan kebun nanas terbesar di Indonesia.

Sementara di Sulawesi tengah terdapat  tugu khatulistiwa serta bukit tinggi yang dikelilingi laut dan pada puncaknya terdapat gong perdamaian nusantara. Masih banyak lagi kota lain yang pernah aku kunjungi dan tidak bisa kuceritakan satu persatu.

Jika ada yang bertanya, biayanya dari mana, kan butuh duit banyak? Aku akan menjawab dari  "jual" nilai KHS (Kartu Hasil Study). Aku menyadari, uang untuk biaya kuliah dan biaya hidup dari orang tuaku tidak banyak, hanya cukup untuk bayar kuliah dan makan 2x sehari. Sehingga aku harus mempunyai nilai yang bagus supaya dapat mengajukan beasiswa.

Begitulah, dengan rata-rata nilai di atas 3,6 dan prestasi yang lain, sehingga cukup mudah bagiku untuk mendapatkan beasiswa baik dari kampus maupun dari fihak swasta. Prinsipku, aku tidak boleh menyalahgunakan uang dari orangtua selain untuk kuliah.

Aku sangat menyukai  menjelajah alam karena menurutku itu sebagai ajang tadabbur fil alam (perjalanan dengan niat yang baik karena Alloh), learning by doing untuk melihat secara langsung fakta-fakta penciptaan Alloh yang sungguh sangat luar biasa.

Dari sekian panjang cerita petualanganku, banyak hal positif yang aku dapat. Di antaranya pergaulan yang cukup luas, tetap bisa survive dalam berbagai kondisi, lebih mencintai dan menghargai alam semesta, dan yang sungguh sebagai serendipity (kebetulan yang menyenangkan) bagiku adalah pengalaman-pengalaman  menjelajah dulu,  saat ini sangat menunjang aktifitasku sehari-hari sebagai pengajar pelajaran Biologi.

Melalui sebuah perjalanan di semesta raya ini, hati akan semakin tawadlu' terhadap kemahabesaranNya. Betapa aku hanyalah serupa butiran debu di lautan pasir. Satu pelajaran yang bisa diambil, bahwasanya semesta yang dianugerahkan kepada manusia, bukan untuk dieksploitasi, tetapi hendaknya digunakan dengan semestinya. Sebab semua akan diminta pertanggungjawabannya.

#Sumbergambar:koleksi pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...