Langsung ke konten utama

JURUS ANDALAN

#30harimenulis2019_hari_16
#No:15
#wordcount:681
#interview pesohor

JURUS ANDALAN

Awak media sudah ramai berkumpul di depan hotel Asia, mereka ada yang menyiapkan kamera pada posisi paling strategis untuk bisa membidik target berita dengan tepat. Beberapa yang lain ada yang sudah siap dengan alat rekam suara. Sementara aku juga sudah bersiap dengan handphone pintarku.

Sejak beredar foto mesranya di media sosial, wajah Firman Thamrin hilir mudik di layar kaca  dan menjadi headline koran harian. Bagaimana tidak, seorang pejabat tinggi negara yang sehari-harinya terlihat santun dan cerdas, sampai bisa terekam kamera sedang berciuman dengan wanita cantik di salah satu sudut kafe di Jakarta.

Sebagai salah satu anggota dewan yang masih berusia muda, cerdas, wajah yang tampan, tubuh proposional dan selama ini terkenal sebagai Mr. Clean, Firman Thamrin  hadir sebagai sosok politisi yang cukup disegani. Lalu belakangan muncul adegan syurnya di berbagai media bukan dengan istrinya, tentunya hal tersebut menjadi sesuatu yang menarik untuk dijadikan berita. Good news is bad news, begitulah "hukum" tidak tertulis yang berlaku.

Tiba-tiba suasana di depan hotel Asia menjadi ramai. Dari dalam hotel nampak Firman Thamrin keluar dengan santai dan dikawal beberapa body guardnya.

"Pak Firman!  Bagaimana tanggapan anda dengan beredarnya foto-foto ciuman bapak?" teriak salah seorang pewarta berita.

"Mohon konfirmasinya Pak Firman, siapakah wanita yang bersama bapak pada foto yang beredar belakangan?"

"Apakah bapak tidak takut karir bapak bisa hancur karena berita ini?" teriak wartawan yang lain.

Masih banyak pertanyaan-pertanyaan dari awak media yang sedari tadi sudah standby di depan hotel Asia. Aku sendiri hanya mengamati gestur Pak Firman dari tempatku tanpa mengajukan pertanyaan. Mendapat berondongan pertanyaan dari para pewarta berita, Pak Firman hanya tersenyum yang aku sendiri susah mengartikan arti di balik senyum itu.

Dengan langkah santai dan senyum yang terus mengembang, Pak Firman masuk ke mobilnya tanpa memberi jawaban apapun atas pertanyaan para wartawan. Satu persatu para wartawan bubar dengan menggerutu karena tidak mendapat berita yang mereka inginkan.

Aku segera meluncur ke taman baca Iqro di Jakarta pusat. Menurut info yang kudapat, Pak Firman sering menghabiskan waktu senggangnya di taman baca itu.

Betul saja, setelah beberapa menit aku tiba di taman baca itu, datang mobil CRV putih, Pak Firman masuk ke taman baca Iqro' seorang diri. Aku mengamati dari tempat dudukku di dekat Jendela kaca. Pak Firman mengambil satu buku tebal, Terjamahan Ihya' Ulumuddin. Lalu ia berjalan ke arahku, duduk tepat di depanku. "Serendipity." Batinku.

"Maaf, Pak Firman. Saya Anisa, bacaan Bapak mengingatkan saya ketika nyantri dulu." Aku memberanikan diri menyapa Pak Firman. Jurus-jurus mewawancara nara sumber mulai kulancarkan.

Aku mengenalkan diri sebagai wartawan dan mulai menanyakan kasusnya yang sedang ramai di media,  Ia mulai enggan dan menjaga jarak denganku. Selanjutnya ia bersiap pergi saat aku meminta waktunya wawancara meski lima menit saja.

Sebagai seorang pemburu berita aku tidak boleh menyerah, sebelum Pak Firman pergi, aku meminta maaf dan mendoakannya selalu sehat, lalu kupancing dengan pertanyaan tentang kabar anak-anaknya.

Mendengar pertanyaanku, Pak Firman duduk kembali, Ia dengan semangat menceritakan putra sulungnya yang telah khatam mengaji Ihya Ulumuddin di pesantren. "Yups." Pendekatanku sudah berhasil, tanpa disadari Pak Firman sudah hampir 15 menit berbicara denganku, padahal semula ia bilang tidak punya waktu meski hanya 5 menit saja.

Di saat ia masih bercerita tentang anaknya, perlahan kusisipkan pertanyaan tentang istrinya.

Pak Firman lebih berbinar-binar lagi ketika menceritakan Bu Alaina, istrinya. Menurutnya, istrinya itu luar biasa, di usianya yang masih terbilang muda istrinya sudah berhasil menyelesaikan program S-3 nya di Univesitas Oxford dengan predikat Cumlaude. Selama menyelesaikan S-3 nya, istri Pak Firman tinggal di London dan baru satu minggu yang lalu tiba di Indonesia.

Untuk menyambut kedatangan sekaligus merayakan kelulusan istrinya, Pak Firman sengaja menyewa satu ruang khusus di sebuah cafe.

Rupanya "adegan" ciuman Pak Firman yang sedang viral tersebut adalah dengan istrinya sendiri yang baru tiba di Indonesia. Sedangkan yang selama ini tinggal bersama Pak Firman di Jakarta adalah saudara kembar Bu Alaina yang membantu Pak Firman mengurus anak-anaknya.

"Yes. Aku sudah mendapatkan jawabannya. Sekali lagi jurus pendekatanku saat wawancara berhasil. Esok head line surat kabarku pasti yang pertama kali memberitakan tentang kebenaran foto Pak Firman."

#Write on the train Banyuwangi-Kertosono, 18 Juni 2019
#Sumber gambar:Teguh's blog 212

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...