Langsung ke konten utama

GURU BANGSA

GUS DUR SEBAGAI GURU BANGSA

#30harimenulis_2019_hari_9
#Great minds
#No peserta :15
#606kata

Tantangan menulis hari ke-9 ini adalah "Great minds", yaitu menulis tentang seorang tokoh yang dikagumi karena pemikirannya.

Bagi saya satu- satunya tokoh yang layak dikagumi karena pemikiran dan kebijaksanaannya tidak lain adalah baginda Rasulullah Muhammad SAW. Jika kemudian ada tokoh yang layak dikagumi karena pemikirannya selain Rasulullah adalah Andurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.

Abdurrahman kecil belajar mengaji kepada kakeknya yaitu KH. Hasyim Asy'ari di Tambak beras Jombang. Pada usia lima tahun ia sudah pandai mengaji. Alumnus Al Azhar mesir ini juga pernah tinggal di Belanda demi untuk memenuhi kehausan belajarnya. Selama menimba ilmu di belahan bumi Eropa, Gus Dur bekerja  sebagai pembersih kapal tanker di pelabuhan dua kali dalam seminggu.

Cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy'ari, yang lahir pada tanggal 4 Agustus 1940 ini mempunyai pemikiran-pemikiran cemerlang yang dapat membawa kepada perubahan yang positif.

Adapun inti pemikiran Gus Dur adalah pengabdian pada kemanusiaan. Dalam hal ini Gus Dur   mengajarkan harkat dan martabat manusia di tempat yang tertinggi. Sikap humanis dan nasionalis Gus Dur ditunjukkan dengan tidak membeda-bedakan ras, suku, dan latar belakang. Saat itu orang-orang Tionghoa yang merupakan keturunan Cina sangat didiskriminasikan. Akan tetapi Gus Dur mampu menghapus diskriminasi tersebut sehingga beliau mendapat julukan sebagai bapaknya orang Tionghoa.

Suami dari Sinta Nuriyah ini sangat menerapkan ajaran Islam sebagai rahmatan lil 'aalamin, sedangkan Indonesia sebagai negara yang pluralisme, dengan demikian keberagaman adat istiadat, agama, bahasa, dan lain-lain dapat disatukan di Indonesia.

Dalam satu kesempatan, ketika memperingati haul ke-4 Gus Dur di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang, bapak Susilo Bambang Yudoyono menyampaikan 5 pemikiran Gus Dur yang pernah disampaikan kepadanya. Lima pemikiran itu adalah:
1. Indonesia harus menjadi negara yang majemuk dan rukun.
2. Menghilangkan diskriminasi dengan alasan apapun.
3. Mengharap peran masyarakat yang partisipatif dan mengurangi peran negara yang dominan, sehingga tidak ada otoritarium.
4. Hubungan militer dan sipil harus sehat.
5. Negara tidak boleh terlalu mengontrol pemikiran masyarakat, tentunya bagi masyarakat yang sudah dewasa sehingga mengetahui batas-batas hak dan kewajibannya.

Ketika Gus Dur terpilih menjadi presiden yang ke-4, jasa-jasanya di bidang kemanusiaan cukup besar, yaitu:
1. Menghapus diskriminasi orang Tionghoa dan keturunan cina lainnya, karena sebenarnya cina juga punya andil dalam merebut kemerdekaan.
2. Pernah meliburkan sekolah selama satu bulan penuh di bulan ramadhan, demi untuk menghormati bulan mulia tersebut.
3.Menyelamatkan beberapa TKI yang akan dihukum mati.
4. Menampung puluhan TKI (sekitar 80 orang) tidur di rumahnya saat dideportasi dari Malaysia.
5. Mendirikan serikat buruh.
6. Lahir Peraturan Pemerintah dari Menteri Tenaga Kerja No 150 tahun 2000 tentang kewajiban perusahaan memberikan pesangon.

Meskipun hanya kurang lebih 21 bulan Gus Dur menjadi presiden, akan tetapi perubahan-perubahan positif di bidang kemanusiaan sangat terasa. Sayangnya Gus Dur akhirnya dilengserkan pada tanggal 23 Juli 2001 oleh lawan-lawan politik yang berseberangan dengan beliau.

Alissa Qotrunnada, salah satu putri Gus Dur memberikan kesaksian seputar pelengserannya. Menurut Alissa, meskipun orang terdekat Gus Dur seperti Manfudz MD dan Khofifah Indar Parawansa memperjuangkan untuk menyelamatkan Gus Dur supaya tidak dilengserkan, tetapi Gus Dur sendiri malah tenang dan tertawa sebagai ciri khasnya dan menolak untuk dipertahankan.

Kata Gus Dur " Saya lebih baik dilengserkan meski itu melanggar aturan, dari pada saya mau didekte oleh partai. Jabatan presiden itu tingginya seperti apa kok sampai menumpahkan darah, jabatan presiden itu tidak layak kalau sampai menumpahkan darah, biarkan saja, esok akan terbukti sendiri."

Maka demikianlah seorang Gus Dur yang pemikirannya sangat visioner dan mencintai persatuan dan kesatuan. Lebih baik ia mundur dari pada 300.000 manusia darahnya akan tumpah karena telah menyatakan bersedia mempertaruhkan nyawa untuk membelanya.

Allohumma ighfirlahu war hamhu wa aafihi wa'fu 'anhu

Kertosono, 10 Juni 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...