Langsung ke konten utama

EFEK KEJAR TAYANG

#30harimenulis_2019_hari_17
#Tema:Mybucketlist
#427kata
#No:15

Efek Kejar Tayang

Penyusunan rapor akhir semester ini begitu membuat mataku perih, sejak pagi di depan laptop memasukkan  nilai, data siswa, membuat deskripsi, dan lain-lain benar-benar membuat badanku penat. Sejenak kusandarkan kepalaku pada kursi yang telah kuganjal dengan bantal sebelumnya.

Ketika sedang enak-enaknya bersantai sejenak, aku dikagetkan dengan kehadiran seorang kakek tua mengenakan jubah putih, jenggot putih dan wajahnya yang bersih semakin menimbulkan kesan wibawa kakek tersebut.

Si Kakek mengucapkan salam sambil memegang pundak kananku.

"Zakia, aku datang membawa pesan penting untukmu." Kata si Kakek.

"Kakek siapa, membawa pesan apa dan dari siapa?" Jawabku agak terkejut.

"Kamu tidak perlu mengetahui siapa aku, yang pasti aku menyampaikan suatu kebenaran untukmu."

"Memangnya apa pesan yang akan kamu sampaikan?"

"Begini, aku adalah utusan Tuhanmu yang diperintahkan menyampaikan pesan ini. Ketahuilah Ngger, waktumu di dunia ini sebentar lagi habis. Sebelum waktumu benar-benar habis, kamu diberi kesempatan untuk meminta lima hal yang paling kamu inginkan."

"Serius?"

"Demi Alloh dan rasulNya, ini memang sangat serius."

"Baiklah kalau begitu, aku akan meminta 5 hal terbaik yang kuinginkan sebelum ajal menjemput."

Cukup lama aku berdiam diri, ditodong kesempatan emas mendadak seperti ini. Aku segera membuat catatan  keinginan di buku sakuku.

Baiklah....
Daftar keinginan yang pertama adalah mengajak haji kedua orangtuaku. Sungguh ini keinginan yang semoga diijabahNya. Orang tuaku pekerja keras, hampir seluruh jiwa, raga dan pikirannya diwakafkn bapakku untuk keluarga dan agama, sehingga di usianya yang sudah senja, orang tuaku belum bisa berangkat haji. Uang dari kerja keras Bapak nyaris habis untuk biaya sekolah anak-anaknya. Maka inilah keinginan utamaku, mengajak orang tua ke baitullah, tempat yang sangat dirindukan orang tuaku sekaligus untuk menyempurnakan rukun islam.

Kedua, Aku ingin membuat masjid yang besar, hal ini diharapkan sebagai ajang jariyahku.

Ketiga, ingin segera menuntaskan buku 'basic on true", yaitu sebuah kisah nyata perjuangan ayahku di rimba sulawesi. Kelak, cucu-cucunya supaya dapat mengetahui bagaimana perjuangan  Kakeknya melakukan syiar Islam.

Keempat, aku akan membaca Al Qur'an sampai khatam, dengan harapan fadlilah qur'an yang ku baca, nantinya kuburku akan terang dan aku tidak sendirian karena ditemani Al Qur'an.

Terakhir yang kelima, aku akan melakukan sholat tahajjud terlebih dahulu supaya saat nyawaku dicabut  ketika aku  sedang dalam keadaan berserah menghadapNya.

Gubrak!
Tepat pada sujudku yang terakhir, aku tersungkur. Aku merasakan ada sesuatu yang keras menghantam kepalaku, dan betapa terkejutnya diriku ketika sesaat kemudian menyadari sedang tersungkur di bawah meja. Kakek berjubah putih itu menghilang, yang ada hanya teman-teman kantor yang tertawa melihatku.

#Ngetiknya di atas level 21:22, sudah sangat ngantuk
#Sesekali hp sampe terjatuh ketika sedang mengetik
#Benar² tulisanku yg asal ini, asal nulis pokok setor😀😀

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...