Langsung ke konten utama

CHIP PEMBACA PIKIRAN

#30harimenulis2019_hari_24
#No :15
#Wordcount:488
#Tema:being an inventor
#warning!fokus ke tulisan ya, jangan fokus ke pict yang tertera, piis....

CHIP PEMBACA PIKIRAN

Jika anda diberi kesempatan menjadi seorang penemu, alat apakah yang akan anda ciptakan. Begitulah tantangan menulis hari ini.

Saat-saat terakhir menjelang selesainya event menulis 30 hari, tantangan dari penanggung jawab event semakin "menggila". Karena telah sukses membuatku seperti orang yang linglung. Bagaimana tidak, jika aku tiba-tiba harus melamun (baca:memeras otak untuk menggali ide) di tengah-tengah masih harus fokus dengan ritual tugas wajib sehari-hari.

Saat menggoreng tempe misalnya, tangan sibuk dengan alat penggorengan tetapi pikirannya terbang kemana-mana berburu ide untuk menulis, tahu-tahu tempenya sudah gosong. Begitupun ketika mandi, pikiran mengembara jauh mencari ide menulis lagi, sampai-sampai aku harus berteriak menahan pedih ketika shampo kugunakan sebagai sabun muka!

Ah, sudahlah curhatku malam ini. Kembali kubisikkan pada diriku mantra yang ampuh, aku pasti bisa, aku pasti bisa.

Akhirnya mantra yang telah kulafalkan berkali-kali sambil menepuk dadaku membuahkan hasil. Saat aku sedang membuat printout tugas kantor, aku mempunyai ide!

Flashdisk yang kecil itu ketika kucolokkan pada laptop dan dikoneksikan dengan printer, selanjutnya lembaran-lembaran kertas putih yang diletakkan pada printer akan penuh dengan tulisan sesuai data yang diperintahkan untuk dicetak.

Yups! dari situlah aku memperoleh ide tulisan untuk hari ini. Aku akan membuat "chip  pembaca pikiran manusia". Chip tersebut dapat ditempelkan pada kepala bagian belakang yang sistem kerjanya menyerupai flashdisk.

Ketika chip ditempelkan pada kepala bagian belakang, maka chip tersebut akan bekerja secara otomatis merekam perintah otak sekaligus menyimpannya.

Mengapa chip harus diletakkan pada kepala bagian belakang? Sebab kepala bagian belakang (lobus oksipitalis) berfungsi sebagai pusat penglihatan. Antara otak bagian tengah dan bagian belakang terdapat pusat perkembangan, kecerdasan, ingatan, kemauan, dan sikap.

Sebagai contoh, otak menerima impuls atau rangsangan berupa perintah membuat tulisan dengan tema apa yang akan kamu buat jika diberi kesempatan menjadi seorang penemu? maka chip yang telah ditempelkan pada kepala bagian belakang langsung akan merekam otomatis kerja otak di bawah sadar,  berdasarkan pengalaman-pengalaman dan keinginan yang pernah muncul sebelumnya pada orang tersebut, kemudian setelah "data-data" diperoleh akan ditangkap oleh chip dan tersimpan secara otomatis juga.

Jadi pada dasarnya chip buatan saya tersebut akan dapat bekerja dengan memanfaatkan sistem gerak reflek yang alur kerjanya adalah: impuls (rangsangan)➡️ neuron sensoris➡️neuron perantara atau konektor➡️ neuron motoris➡️tanggapan➡️chip(penyimpanan)➡️kemudian diaplikasikan sesuai kebutuhan.

Bagaimana? fantastis sekali kan?
Jadi, aku tidak perlu pusing-pusing lagi nyari ide jika ada tantangan tema yang "menggigit" lagi. Tinggal  tempel chip di kepala, perintahkan otak membuat tulisan sesuai  tema, diamkan beberapa saat, lepas chip dan buka data pada chip, selesai. Maka aku tidak perlu khawatir lagi tempeku gosong karena melamun sambil masak dan mataku tidak perih lagi akibat shampo yang jadi sabun muka.

"Ough!" Jeritku. Kali ini aku menjerit bukan karena shampo yang mengenai mataku, karena kukira sabun muka. Tetapi karena aku terjerembab masuk ke parit di tepi sawah ketika aku berjalan-jalan sore ini. Ah, lagi-lagi efek melamun sambil berjalan, demi sebuah ide.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...