Langsung ke konten utama

ASAL MULA KOTA BANYUWANGI

#30harimenulis_2019_hari_22
#Tema:myth ang legends
#wordcount:574
#No:15

ASAL MULA KOTA BANYUWANGI

"Sunrise of Java", apakah pernah mendengarnya?. Yups, sunrise of java tidak lain adalah Banyuwangi. Sebuah kabupaten paling timur dan paling selatan di Jawa Timur. Kabupaten yang mempunyai luas 5,872 km² tersebut dinisbatkan sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur.

Secara geografis, Banyuwangi diapit oleh gunung dan lautan, dengan demikian menjadikan Banyuwangi makin elok dengan pesona alamnya yang sungguh luar biasa indahnya. Sebut saja Taman Nasional Alas Purwo, Pulau Merah, Teluk Hijau, Pantai Sukamade, G-land, Teluk Pangpang, Kili-,kili, dan masih banyak yang lainnya.

Kota gandrung ini selain menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan, juga dikenal dengan seni dan magisnya. Terdapat suku Using yang merupakan suku asli Banyuwangi. Siapa yang tidak kenal santet Banyuwangi? Begitulah salah satunya.

Sebagai ARBAS (Arek Banyuwangi Asli), aku harus mengetahui asal muasal tempat kelahiranku, Kakekku adalah orang yang tepat untuk aku minta bercerita tentang legenda asal usul kota Banyuwangi.

Berdasarkan cerita dari Kakek dan sumber lain yang dapat di percaya, terbentuknya kota Banyuwangi bermula ketika masa kerajaan yang dipimpin Prabu Sulahkromo dengan seorang patih yang bernama Patih Sidopekso.

Patih Sidopekso adalah seorang patih yang gagah, tampan, cerdas, dan kuat. Ia mempunyai seorang istri cantik jelita dan lemah lembut, Sri Tanjung namanya.

Prabu Sulahkromo sangat menyukai Sri Tanjung, istri dari patihnya. Berbagai cara dilakukan sang Prabu untuk memiliki Sri Tanjung, namun upayanya gagal.

Akhirnya, Prabu Sulahkromo mempunyai akal licik, ia memerintahkan Patih Sidopekso untuk melaksanakan tugas yang tidak ringan di luar daerah dan butuh waktu berhari-hari. Sebagai seorang Patih yang taat pada rajanya, tanpa banyak bertanya Patih Sidopekso berangkat melaksankan tugas tersebut.

Sri Tanjung dengan ikhlas melepaskan kepergian suaminya demi sebuah tugas. Sepeninggal sang Patih, Prabu Sulahkromo semakin gencar mendekati dan merayu Sri Tanjung. Akan tetapi Sri Tanjung tetap setia kepada suaminya dan tidak tergoda dengan bujuk rayu Prabu Sulahkromo. Sebagai istri yang setia, Sri Tanjung selalu mendo'akan keselamatan suaminya.

Merasa usahanya gagal, Prabu Sulahkromo memanggil kembali sang Patih untuk pulang. Saat itulah fitnah keji dilakukan Prabu Sulahkromo kepada Sri Tanjung.

Prabu Sulahkromo bercerita kepada Patih Sidopekso bahwa selama ditinggal bertugas, Sri Tanjung berusaha merayu sang Prabu.

Mendengar hal itu, Patih Sidopekso sangat murka. Tanpa mendengar penjelasan istrinya, ia menyeret Sri Tanjung ke sebuah tepi sungai yang sangat keruh airnya dan berbau.

Di tepi sungai itulah, Patih Sidopekso akan membunuh istrinya karena sudah dikuasai amarah. Sebelum Sri Tanjung dibunuh suaminya, ia mempunyai satu permintaan. Setelah Sri Tanjung nanti dibunuh, jasadnya diminta untuk dibuang ke sungai yang kotor dan berbau tadi. Apabila nanti air sungai berubah wangi dan bersih, maka Sri Tanjung tidak bersalah. Sebaliknya, jika air sungai menjadi lebih berbau dan keruh, berarti Sri Tanjung benar bersalah seperti yang disampaikan sang Prabu.

Patih Sidopekso menyetujui permintaan istrinya. Pedang yang dari tadi dibawa, dihunus dan segera ditusukkan ke tubuh Sri Tanjung. Darah segar keluar membasahi tubuh Sri Tanjung. Kemudian Patih Sidopekso melemparkan tubuh istrinya yang bersimbah darah ke sungai yang kotor dan berbau.

Sesaat setelah itu, air sungai berubah menjadi bersih, airnya menjadi jernih, dan mengeluarkan bau yang wangi. Patih Sidopekso terperanjat mencium bau wangi pada sungai tadi.

"Ba-ba-banyu...wangi, Banyuwangiii!" Sambil berteriak Patih Sidopekso mengucap Banyuwangi. Ia baru menyadari bahwa istrinya, Sri Tanjung benar-benar tidak bersalah. Sang Patih sangat menyesal. Namun sesal itu tiada lagi berguna, Sri Tanjung sudah meninggal akibat amarahnya. Sejak itulah kerajaan yang dipimpin Prabu Sulahkromo tadi kemudian di sebut dengan " Banyuwangi".

Hingga saat ini jadilah kabupaten yang paling timur dari Jawa Timur, sunrise of Java itu dikenal dengan nama Banyuwangi.

#Sumberfoto:koleksi pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...