Langsung ke konten utama

Tolong, selamatkan aku!

Hari kedua berkemah di kaki gunung Klotok Kediri, tepat jam dua belas malam, tenda tempatku beristirahat bersama teman-teman dikejutkan oleh suara peluit yang ditiup kakak senior untuk membangunkan kami. Tengah malam ini saatnya 'mabit' yaitu malam bina dan taqwa dalam bentuk renungan malam. Aku dan teman-teman digiring ke tepi hutan yang mengitari gunung Klotok. Hawa dingin dan hembusan angin yang aneh langsung menyergap tubuhku. Gelapnya malam dan hanya diterangi beberapa lilin saja, semakin membuat nyaliku menciut. Pucuk-pucuk daun pepohonan di mataku nampak seperti rambut raksasa yang melambai-lambai.

Salah satu kakak senior memimpin acara, dia mulai berbicara tentang fakta-fakta penciptaan Alloh yang maha dahsyat. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan hadirnya sosok perempuan berkisar 17 tahun. Wajahnya penuh luka sayatan yang mengeluarkan anyir darah, rambut panjangnya awut-awutan, dan kepala yang hampir hancur itu membuat isi perutku mau keluar. Ia merintih dalam tangis yang menghiba meminta pertolongan. Aku sangat ketakutan, reflek kakiku ingin segera berlari sejauh mungkin dari perempuan yang menyeramkan itu, tapi sedikitpun badanku tak mampu aku gerakkan.

Tangan perempuan yang mengerikan itu menggapai-gapai hendak menyentuhku, suaranya parau meminta pertolonganku, dia bilang telah diperkosa oleh kekasihnya lalu dibuang di hutan, di kaki gunung Klotok ini. Ketika perempuan itu semakin dekat denganku, dengan satu gerakan seketika ia melepaskan kepalanya. Ia acungkan kepala yang nyaris hancur dan telah lepas itu ke arah mukaku. Sontak aku berteriak ngeri sekuat tenaga. Tangan Renata menepuk-nepuk pipiku, netraku terbuka. Rupanya aku tertidur dan bermimpi, mimpi yang buruk sekali di saat renungan malam pada malam bina dan taqwa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...