Langsung ke konten utama

Toilet Masjid

Rokaat kedua sudah berlangsung, imam sedang membaca surat Al Insyiroh, di saat aku sedang berusaha meresapi arti surat bacaan imam, tiba-tiba konsentrasiku terganggu dengan aroma busuk menguar di dekat hidungku. Tidak lama kemudian Parjo yang ada di sebelah kiriku menghentikan salatnya dan ia keluar dari shaf salat.

Salat Isya' sudah selesai dilaksanakan, tapi aku belum melihat Parjo kembali. Sampai saatnya taraweh dimulai. "Mungkin Parjo pulang," pikirku. Rokaat demi rokaat taraweh sudah dilaksanakan, hingga imam mengakhiri salat Isya' dan taraweh malam ini dengan do'a.

Semua jamaah sudah pulang, tinggal aku yang terakhir. Tetapi di sebelah sandalku aku melihat sandalnya Parjo. Aku melengok kanan kiri, masjid sudah sepi, lampu masjid sudah dimatikan sebagian, tapi aku tidak melihat Parjo. Saat Pak Imron, takmir masjid mematikan lampu toilet masjid, tiba-tiba ada teriakan dari sana. Aku dan Pak Imron segera berlari menuju toilet masjid, di depan pintu kamar mandi aku melihat Parjo berdiri ketakutan, meringis-ringis memegangi perutnya sambil menyincingkan sarung. "Maaf, tolong temani aku dan lampunya jangan dimatikan dulu, aku masih belum tuntas, dari tadi perutku sakit." Parjo menghiba. Akhirnya dengan terpaksa aku di duduk manis di depan toilet masjid, menunggui Parjo yang sedang menuntaskan hajatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...