Langsung ke konten utama

Teman dari kegelapan

Gerimis sejak sore tadi tak kunjung reda, malam semakin menunjukkan gelap yang pekat. Asramaku sangat terasa senyap karena banyak yang memilih  pulang saat libur puasa. Angin dingin menyapu tengkukku, hiiii... aku bergidik sendiri. Aku sangat benci situasi seperti ini. Mengapa juga mataku tak bisa segera kupejamkan, sedang teman sekamar yang tinggal empat orang sudah lelap semua dalam dekapan mimpi masing-masing.

Byur...byuur... byuur....
Terdengar air yang diguyurkan dari kamar mandi di sebelah kiri kamarku. "Siapa jam segini mandi, apa ngga dingin, jangan-jangan setan," pikirku. Belum juga terjawab penasaranku, aroma bunga kamboja menguar menusuk hidung, persis seperti di kuburan ketika ada yang baru dimakamkan. Tiba-tiba aku ingin pipis. "Sial! Mengapa tidak dari tadi aku pipis bareng Ana." umpatku dalam hati.

Karena tidak sanggup menahan pipis lebih lama lagi, terpaksa kubangunkan Lely untuk menemaniku. Tapi Lely hanya menggeliat saja, terpaksa aku memberanikan diri ke kamar mandi. "Masa bodo dengan setan yang menakutiku, nanti ku kencingi saja kalau sampai berani menggangguku." Perlahan kubuka pintu kamar. Di luar, tepatnya dari arah kamar mandi, Lely berjalan pelan sambil menyeret selimutnya, pandangannya  kosong lurus ke depan. Aku kaget, ku tengok ke dalam kamar, nampak Lely masih tertidur dengan seringai yang tidak aku mengerti. Lely sahabatku yang mana?  se... se... setaaaaaaaan!!.  Gubrak..., kemudian gelap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...