Langsung ke konten utama

USWAH FOR LIFE

Dalam sebuah acara, perhatianku tertuju pada sebuah pemandangan di sudut ruangan. Seorang Kakek sedang membungkuk ketika ada anak kecil yang mengajaknya bersalaman, bahkan Kakek itu tidak saja membungkuk, tetapi juga mencium tangan anak tersebut dengan lembut dan takdzim.

Berbagai tanya muncul dalam kepalaku. Siapa anak kecil itu sampai seorang Kakek juga begitu takdzim padanya?
Mengapa Kakek itu begitu memperlakukan dengan hormat pada anak kecil yang masih berusia sekitar 5 tahun?

Aku semakin penasaran dan berniat menemui Kakek itu, untuk mananyakan tentang apa yang kulihat tadi.

Nasib baik sedang berfihak kepadaku, ketika acara di ruangan itu berakhir sang Kakek tadi nampak berjalan santai ke luar ruangan dan duduk-duduk di taman sebelah gedung. Aku memberanikan diri untuk mengikuti dan menemuinya.

"Assalamu'alaikum Kakek, perkenalkan saya Nisa." Kuulurkan tangan untuk bersalaman

"Wa alaikum salam warohmatulloh, monggo Nduk duduk di sebalah saya." Jawabnya sambil menerima uluran tanganku.

"Ada yang bisa saya bantu, Nduk?"

"Eemmm, begini Kek, saya penasaran. Tadi saya melihat Kakek membungkukkan badan ketika diajak bersalaman anak kecil, bahkan Kakek juga mencium tangannya, siapa anak kecil itu dan mengapa Kakek bersikap seperti itu?"

Kakek itu tersenyum, menyejukkan sekali.

"Begitulah Nduk, aku sedang mendidik cucuku, anak kecil yang kamu lihat tadi."

"Oo begitu, sebenarnya apa pendidikan itu menurut Kakek, bagaimana pendidikan di Indonesia, dan tujuan pendidikan itu?" Tanyaku bertubi-tubi.

"Baiklah Nduk, mumpung Kakek ada waktu longgar, Kakek akan mencoba menjawab pertanyaanmu sesuai yang Kakek tahu, ya."

Pendidikan dalam bahasa arab di sebut sebagai  Tarbiyah yang didalamnya meliputi 3 hal:
1. Azziyaadah : Bertambah.
Dengan adanya pendidikan seseorang diharapkan bertambah pengetahuan dan ilmunya.

2. Nasya'a : Berkembang
Setelah  ilmu bertambah, lalu dikembangkan keilmuan yang dimiliki. Seperti ketika kamu diajari cara menulis yang baik, maka setelah tahu cara menulis yang baik, kamu harus mengembangkan kemampuan menulismu dengan semakin sering membuat tulisan, seperti di komunitas menulis yang saat ini banyak menjamur.

3. Aslaha : Memperbaiki
Jika ilmunya sudah bertambah dan berkembang maka saatnya melakukan perbaikan-perbaikan dari segala kekurangan, sehingga semakin bertambah ilmu seseorang semestinya akan semakin mengetahui kekurangannya, maka belajar itu tidak ada batas waktu, minal mahdi ilallahdi dari mulai saat di buaian sampai di liang lahat.

Tentang pendidikan di Indonesia mengapa sampai ada peringatan Hari Pendidikan Nasional?

Hari pendidikan Nasional di Indonesia mulai diperingati sejak adanyaTaman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara tahun 1992.

Taman Siswa adalah sebuah sekolah pertama yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 3 Juli 1992.

Pemilik nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Karena itulah Hari Pendidikan Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 2 Mei mengikuti hari lahirnya Ki Hajar Dewantara sesuai dengan Keputusan Presiden No: 316 tahun 1959. Namun demikian peringatan Hari Pendidikan Nasional baru dilaksanakan mulai tahun 1992.

Konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ada tiga yaitu:
Ing ngarsa sung tulada: di depan memberi contoh
Ing madya mangun karsa: di tengah memberi motivasi dan membangun kemauan
Tut wuri handayani: di belakang mendukung.

Adapun tahap-tahap pendidikan menurut sahabat Ali Bin Abi Tholib adalah:
1. Usia 0-7 tahun, perlakukan anak sebagai raja. Sebab pada saat itu pertumbuhan otak belum sempurna. Anak hanya mampu merekam tetapi belum bisa memahami, sehingga suatu saat anak akan meniru apa yang telah direkamnya ketika masa tersebut.

Kalau Nduk Nisa tadi melihat aku membungkuk dan mencium tangan cucuku, itu aku sedang mengajarkan padanya seperti itulah bersikap sayang dan hormat, maka kelak ketika ia dewasa ia juga akan memperlakukan kita seperti itu. Begitu pula ketika ada anak kecil yang memanggil orang tuanya, maka lebih baik orang tua juga segera mendatangi sang anak sesibuk apapun, kita memperlakukan anak benar-benar layaknya seorang raja!
Kelak kita juga akan diperlakukan seperti itu ketika anak-anak tersebut telah besar.

2. Usia 7-14 tahun, pada usia itu anak sudah mulai mempunyai daya tangkap dan nalar yang baik, sehingga mulailah mengajarkan padanya tentang tanggung jawab, disiplin, dan sikap-sikap positif yang lain

3. Usia 14-21 tahun, perlakukan anak sebagai teman. Ketika anak memasuki usia remaja, ia akan mulai menemukan kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan perkembangan masa puber.

Anak membutuhkan seorang teman untuk membicarakan masalahnya. Maka orang tua hendaklah mampu menjadi teman yang baik bagi anaknya. Mendengarkan keluh kesahnya, memberikan kepercayaan dan membebaskan anak mengeluarkan pendapat.

Kesimpulannya, pendidikan itu adalah sebuah proses untuk tumbuh dan berkembangnya pengetahuan dengan memberlakukan pola-pola yang tepat sebagaimana yang diajarkan Sahabat Ali Bin Abi Tholib RA, sehingga tujuan pendidikan untuk terus memperbaiki diri dapat tercapai, baik secara kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan), dan afektif (sikap).

Hal itu sejalan dengan tujuan Negara Republik Indinesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kiranya itu nduk, yang dapat Kakek sampaikan kepadamu tentang pendidikan," tutup Kakek sambil menyeruput teh manis yang tadi sempat kubawakan untuknya.

"Terimakasih Kek, semua penjelasan Kakek sangat menambah pengetahuan saya, semoga Kakek tetap sehat dan dapat menularkan ilmu Kakek kepada kami yang masih muda ini. Monggo Kek, saya pamit dulu, sekali lagi terimakasih atas ilmunya hari ini." Kucium dengan hormat tangan Kakek yang aku juga belum mengenalnya sebelumnya.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Pokok ga manrab BB ku πŸ˜€πŸ˜€

    BalasHapus
  3. Mendidik itu butuh trik y πŸ˜…

    BalasHapus
  4. Rumit sekali ternyata mendidik ituuu... πŸ€’πŸ€•

    BalasHapus
  5. Ini memang postingan bulan Mei ya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide awal memnag sejak mei, waktu itu dr pd hilang pernh kutulis di blog sy, dan postingan yg skrng sdh byk daur ulang dan perbaikan baik dr judul atau isi. Trims atas kekritisannyaπŸ‘

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...