Langsung ke konten utama

Keramik masjid

Mbah Winarto berjalan terseok-seok dengan tongkatnya, subuh yang dingin dan gelap tidak menghalangi langkahnya menuju surau Al Ihlas di tepi desa. Tidak lama kemudian suaranya yang parau terdengar dari Toa yang sudah usang mengumandangkan adzan subuh. Lima menit setelah selesai adzan Mbah Winarto duduk bersila di lantai surau yang sudah bolong sana sini. Sambil menunggu jamaah yang lain, Mbah Win sapaan akrabnya, berhayal seandainya surau ini diperbaiki, lantainya diganti keramik yang bagus seperti keramik masjid di televisi, mungkin jamaahnya bisa bertambah banyak. Itulah impian Mbah Winarto.

Sekitar sepuluh menit menunggu, datanglah Mbah Heru. "Win! wes age ndang dikomati, njur awake jamaah dewe, kowe Imame aku makmume." Ajak Mbah Heru. Mbah Winarto segera iqomah dan menjadi Imam salat subuh. "Her, misale lantai surau diganti dengan yang seperti keramik masjid nang kutho kae, palingno jamaahe tambah akeh yo?". Tanya Winarto." Isoae, sebab orang-orang podo males jamaah nang surau iki sebab lantaine dari semen ngunu wes podo bolong pisan," jawab Heru.

Siang harinya Winarto yang sebatangkara nampak memasukkan dompet kecil ke dalam saku bajunya, ia menuju toko emas. "Laku piro kalung lan cincine bojoku iki?" tanya Mbah Win. "Tiga juta, Mbah." Setelah menjual perhiasan almarhumah istrinya, Mbah Winarto menuju toko bangunan. Ia akan membeli keramik yang bagus seperti keramik masjid di kota. Selesai memilih yang cocok, Mbah Win menuju kasir untuk membayar. Berkali-kali tangan keriputnya mencari-cari uang yang tadi ia simpan di saku celananya, tapi ia hanya menemukan saku celana yang bolong!.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...