Aku adalah ibu dari tiga orang anak, kegiatan sehari-hari adalah sebagai seorang pengajar Biologi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN). selain sebagai seorang guru ada beberapa tugas tambahan di sekolah. Kegiatan yang seabrek tersebut semua harus kuselesaikan dengan baik, meskipun aku sebagai single parents.
Dunia literasi sebenarnya bukan sesuatu yang murni baru bagi diriku, karena sejak SD dulu aku sudah sangat suka membaca dan menulis, hanya saja saat itu aku tidak mengetahui jika itu termasuk bagian dari literasi.
Di era yang serba canggih ini, aku mengenal facebook sebagai salah satu media sosial online yang sangat diminati semua kalangan. Kecanggihan fitur facebook benar-benar menjadi pusat informasi yang sangat dinamis, dampak yang ditimbulkannya sangat beragam, bisa positif dan negarif tergantung penggunanya. Dari sinilah aku berpikir ingin memaksimalkan akun facebook tidak saja sebagai sarana berinteraksi dengan orang lain tetapi juga sebagai media untuk menhembangkan hal-hal yang positif, di antaranya adalah menduniakan literasi.
Di media facebook, aku bertemu dengan komunitas penulis salah satunya adalah grup Nulis Aja Dulu (NAD). Banyak tulisan-tulisan menarik di grup tersebut baik yang fiksi ataupun non fiksi. Semakin aku mengikuti aktifitas di grup ini semakin 'membangunkan' kecintaanku pada dunia literasi. Sedikit demi sedikit akupun mulai tergoda untuk membuat sebuah karya tulis.
Sampai pada suatu hari, grup NAD membuat pengumuman event tantangan menulis 30 hari. Adrenalinku langsung terlacu, apalagi di grup ini ada author-author ternama favoritku seperti Biru Samudera, Ika P. Hertina, Nirmala Ayu, dan lain-lain.
Bagiku event ini sungguh menarik, karena aku akan ditantang untuk membuat karya tulis yang ditentukan oleh admin grup dan setiap hari berbeda selama tiga puluh hari berturut-turut. Tentu saja hal tersebut bukan hal mudah bagiku, sebab aktifitas sehari-hariku sudah menguras energi, emosi, dan menyita banyak waktu.
Sebagai 'pendatang baru' di dunia literasi, aku masih benar-benar merangkak bagaimana supaya dapat membuat tulisan yang menarik dan menggigit. Melalui event challenge seperti yang diadakan NAD inilah hobi menulisku bisa semakin terasah.
Satu mimpi yang hendak kuraih adalah masih bisa produktif membuat karya tulis yang bermutu di hari tuaku nanti, dengan demikian aku masih bisa 'pamer' pada anak cucu tentang karya-karya tulisku dan itu dapat menjadi inspirasi bagi mereka. I have a dream.
Untuk membantuku mewujudkan mimpi tersebut, di NAD inilah aku belajar dan menggali seluruh potensi yang ada. Berat, malas, kehabisan ide, sibuk dan lain-lain semua itu adalah tantangan yang harus kutaklukkan. Aku harus bisa!
Mendunia melalui pena.
Komentar
Posting Komentar