Langsung ke konten utama

Senja di kaki gunung klothok

Senja ini, langit sedang tidak bersahabat. Gerimis yang diberengi petir membuat suasana di kaki Gunung Klothok semakin mencekam.

Tidak nampak lalu lalang manusia, semua lebih memilih menyelesap di balik selimutnya atau hanya sekedar bersembunyi dari kilatan petir yang menyambar-nyambar.

Dulu, ketika aku masih kecil, pasti akan menangis ketakutan saat ada petir seperti sore ini.

Orang tuaku selalu mewanti-wanti, ketika ada petir matikan televisi karena itu berbahaya. Dalam hati aku menggerutu sendiri, ah ... Mengapa harus ada petir?

Petir membuatku ketakutan, petir juga membuat aktivitas menonton televisi kuhentikan, dan segenap protes yang lain.

Senja ini di kaki gunung klothok, saat petir masih bersautan, aku mentertawakan ketakutan dan kebodohanku dulu.

Setelah aku menekuni dunia sains, aku jadi tahu adanya sebuah proses yang terjadi di alam, daur BIOGEOKIMIA namanya, sebuah daur dimana senyawa atau unsur kimia dari alam yang akan berpindah ke alam lagi melalui serangkaian makhluk hidup.

Salah satu daur BIOGEOKIMIA yang terjadi adalah daur Nitrogen. Nitrogen adalah senyawa kimia yang paling banyak dibutuhkan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan ketersediaan Nitrogen di bumi lebih sedikit di banding dengan yang tersedia di Atmosfir.

Sehingga untuk mencukupi kebutuhan Nitrogen di bumi secara alamiah harus mengambil Nitrogen dari Atmosfir.

Lantas, apakah keterkaitan kebutuhan Nitrogen di bumi dengan Petir??

Nitrogen di Atmosfir hanya mampu diikat oleh bakteri fiksasi  seperti Rhizobium leguminosarium, Rhizobium trifoli, dll apabila Nitrogen tersebut sudah terpecah menjadi unsur. Ketika Nitrogen masih berupa senyawa maka bakteri fiksasi tidak mampu mengikat Nitrogen dari Atmosfir.

Adapun yang mampu memecah senyawa Nitrogen menjadi unsur adalah petir. Ketika ada petir yang menggelegar saat itulah senyawa-senyawa Nitrogen akan pecah menjadi unsur.

Sekarang bayangkan, apabila tidak ada petir bagaimana mungkin Nitrogen dapat difiksasi bakteri untuk di bawa ke bumi?
Jika bumi kekurangan Nitrogen bukankah tumbuhan akan mati?
Jika tumbuhan mati, rantai makanan akan terhenti, dan kita manusia lambat laun akan ikut punah.

Sampai di sini aku menghela nafas, betapa Alloh adalah sang Maha Desainer yang semua kontruksinya sangat sempurna...
Fakta-fakta penciptaanNya adalah bukti dari kemahasempurnaan itu.

Hal tersebut juga membuktikan Firman Alloh dalam surat Al Baqoroh:26 bahwa sesungguhnya Alloh tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar.

Senja ini di kaki Gunung Klothok, tak henti hatiku bertasbih, semakin aku mempelajari fakta ciptaanNya semakin diri ini merasa hanya butiran debu di tengah lautan pasir.

Ya Robbku, setetes ilmu yg ada pada diriku semoga semakin membuatku lebih merindu mendekatMU, berharap dapat Engkau terima dalam Roodliyatan MardliyyahMu.

Kertosono, 07 April 2019
Memori of kaki Gunung Klothok Kediri

Komentar

  1. Penggabungan antara firman Allah SWT, sains dan realita dalam kehidupan, terangkum indah melalui goresan pena mbak Anis.

    Nice ^^

    BalasHapus
  2. Tulisan perdana di blog ya?
    Apik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg perdana di blog adl KOPDAR PERDANA KOPLING,

      Hapus
  3. Inggih kang Win, sy tunggu krisannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...