Langsung ke konten utama

SENDIRI BELUM TENTU PERIH,BERDUA BELUM TENTU BAHAGIA

Parjo, begitulah ia akrab disapa. Hitam manis, dengan tinggi dan berat yang proporsional ditambah rahang yang kuat, semakin membuat ia termasuk laki-laki dengan kategori menarik. Akan tetapi dibalik posturnya yang tidak terlalu jelek itu, Parjo adalah seorang yang pemalu, apalagi jika berhubungan dengan makhluk yang bernama perempuan.

Ketiga temannya, Abdi, Farhan, dan Nanang sering mengajaknya dari kafe satu ke kafe lainnya, tidak jarang mereka mengenalkan Parjo pada beberapa teman perempuan. Tujuannya cuma satu yaitu mencarikan pasangan untuk Parjo.

Tetapi, satupun dari perempuan-perempuan yang dikenalkan itu, tidak menarik perhatian Parjo. Entah mengapa,  Parjo seolah tenggelam dalam dunianya sendiri. Pemalu, sedikit Kuper, dan sangat polos untuk pria seusianya.

Suatu ketika, Parjo yang sebatangkara sakit. Tubuhnya panas, giginya gemeletuk menahan dingin, ia meringkuk mengaduh.

Untung Farhan yang kebetulan lewat di depan rumahnya tidak sengaja mampir. Farhan terkejut melihat Parjo meringkuk karena demam.

" Owalah Jo, jebule awakmu loro to, pantesan sejak kemarin tidak datang ke 'Base Camp' kita. Sudah makan opo belum kamu Jo?."
Parjo menggeleng lemah.

Farhan menyapukan pandangannya, nampak setumpuk baju kotor teronggok di sudut kamar Parjo, barang-barang juga tercecer tidak pada tempatnya.

" Makane ta Jo, awakmu ki ojo terus dadi RNA," ucap Farhan sambil menepuk bahu Parjo di pembaringannya.

"Opo hubangane RNA karo awakku, aku saiki tidak butuh kuliah Genetika lagi, yang aku butuhkan ki cuma makanan dan obat."
Parjo membalas  dengan bersungut-sungut.

"Ha ha ha ha ... Makanya kamu saya beritahu, kalau mau sehat lahir batin jangan terus jadi RNA, ganti DNA sana." Jawab Farhan setengah berteriak dan terkekeh.

" Wes mboh Han, ora faham aku." Parjo bersungut-sungut sambil memiringkan tubuhnya.

" Begini lo, Jo ... RNA itu kan Ribo Nucleat Acid yang berarti satu rantai asam amino, jadi rantainya ya cuma satu. Satu itu tunggal, sendirian, persis seperti kamu itu." Farhan  menjelaskan sambil tertawa.

Wuuuuusss!!!
Satu bantal yang dilemparkan Parjo mendarat sempurna di kepala Farhan.

"Eit, kan betul Jo."
Farhan mencoba menangkis bantal tapi terlambat. Ia mengggeser duduknya dan melanjutkan ceramahnya.

" Makanya pilih DNA seperti aku. DNA itu kan Dioxiribo Nucleat Acid yang berarti dua rantai asam nukleat, jadi punya pasangan. Karena ada pasangannya, hidup menjadi lebih indah dan mudah. Sakit ada yang merawat, makan ada yang menemani, dan tidur tidak cuma berkawan bantal guling.

" Halllaaaaah! Sok kepedean kamu, Han. Sekarang saja kamu berani meledekku seperti ini. Coba ingat kemarin, kamu datang ke rumahku ini sambil pucat pasi karena istrimu meminta uang untuk ke salon, dan kamu diancam tidak dapat jatah malam jika tidak memberinya uang. Lantas kamu bisa apa, merengek-rengek pinjam uang padaku kan?." Balas Parjo menang.

" Iya-Iya, kita impas deh." Farhan menjawab pasrah.

" Pada dasarnya kita RNA atau DNA disyukuri saja, karena Alloh pasti sudah mengaturnya dengan sangat tepat. Meski begitu, kamu jangan kelamaan jadi RNA, wes ndang nikah ya, Jo!."
Farhan menasehati Parjo sambil menatap lekat matanya.

" Siaaapp, bantu do'a ya kawan!

" InsyaAlloh."

"Tos!!"
Kedua sahabat itu saling menepukkan telapak tangan kanannya.

Komentar

  1. Nulis ga tenanan wae, wes baguuuus kayak gini, apalagi konsentrasi penuh ya. Keren

    BalasHapus
  2. Mencoba menulis ide atau apapun yg terlintas dlm keseharian..tujuannya satu terus mengasah dan belajar..
    Bunda Eny jg t.o p. Kq tulisannya

    BalasHapus
  3. Apalah aku yang hanya pemula ini, belum apa2 wes kalah jauuuuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar sesarengan, dg senang dan tdk menyerah..

      Hapus
  4. Balasan
    1. Iku efek klemah² malas bangun pagi, tetiba ada ide jahil melintas,hahaha

      Hapus
  5. Ayo ngguyu bareng, 😀😀😀😀

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYARAT Hadi terlihat panik, sebentar berdiri lalu duduk, ia juga berjalan mondar- mandir di ruang kerjanya. Di atas meja, sebuah buku besar terbuka, di dalamnya penuh catatan, kwitansi pembayaran, dan slip bukti transfer dari Bank. Satu demi satu halaman dari buku itu diperiksa Hadi dengan teliti, ia berhenti sejenak, diraihnya remot AC dan ia menurunkan suhu ruangan hingga 18° C, udara dingin segera menyebar ke ruangan. Akan tetapi keringat sebesar biji jagung tetap menetes dari kening Hadi. Krah leher yang sudah terbuka sejak tadi dirasa kurang longgar, lalu ia melepas kemeja dan melemparkannya ke sudut ruangan. "Sial! Bodoh! Kenapa aku sampai lengah?!" Brak!! Hadi memukul meja dengan genggaman tangannya. Lalu ia mengacak-ngacak rambutnya dengan jari-jari tangan yang menegang. Seminggu yang lalu, Hadi sudah mentransfer uang sebanyak 1M untuk bahan- bahan  di pabrik kertas  tempatnya bekerja. Tetapi ternyata uang tersebut tidak terkirim pada pemilik pabrik mela...

Liburan Anak

SERUNYA RIVER TUBBING Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kota Malang yang terkenal sebagai kota apel juga memiliki banyak destinasi wisata yang asyik untuk dikunjungi. Mulai dari wahana permainan, tempat kuliner, wisata alam, dan lain-lain. Bagi penyuka wisata yang dapat menguji adrenalin tetapi aman dan nyaman untuk anak-anak, tempat wisata Taman Dolan yang terletak di Ngujung Batu ini layak dicoba. Tempat wisata yang menyatu dengan alam, menyuguhkan permainan edukasi, ketangkasan, keberanian, dan kerjasama, dikemas  sangat menarik dalam river tubbing, flying fox, renang, dan berbagai macam outbond. Salah satu permainan yang wajib dicoba adalah River Tubbing, yaitu sebuah wahana permainan yang memanfaatkan aliran sungai dan terdapat jeram-jeram kecil sebagai tantangan. Biasanya permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak di desa   dengan cara "ngenter kali" atau menghanyutkan diri di sungai sambil menaiki gedebog pisang.  Dengan mengubah nama dan pe...
SANTRI SEBAGAI BENTENG NKRI Pada edisi kali ini, sengaja saya menyuguhkan tulisan yang terkait dengan santri dan adab, dalam rangka menyambut hari santri nasional yang ke-4 -------- Sudah tidak diragukan lagi, kiprah perjuangan santri dan ulama dalam  mempertahankan Republik Indonesia dari penjajahan. Untuk mencegah kembalinya penjajahan Belanda yang membonceng pada NICA di Surabaya, KH. Hasyim Asy'ari mengobarkan semangat para santri untuk melawan, saat itu bertepatan dengan resolusi jihad  tanggal 22 Oktober 1945. Di era millenial saat ini degradasi moral merebak dimana-mana, tidak saja di kota tetapi juga ke pelosok-pelosok desa. Kecanggihan  teknologi dan informasi, semakin mempercepat persebaran merosotnya akhlak di semua kalangan, sebab kecanggihan teknologi tersebut disertai dengan kemudahan mengakses apa pun secara cepat. Pesantren, adalah sebuah lembaga yang dapat dijadikan benteng terakhir untuk mencegah semakin parahnya degradasi moral, karena pesantre...