Jenuh mulai menyergap, sedari pagi aku terus berkutat di depan laptop untuk menyelesaikan tugas-tugasku.
Kuraih gawai di meja, jari-jariku mulai menari-nari berselancar di media sosial yang sangat booming saat ini, facebook.
Satu akun facebook atas nama Magdalena menarik perhatianku, kubaca profilnya yang ternyata ia adalah seorang siswa di salah satu SLTA di Surabaya. Beberapa fotonya terlihat bersama teman-teman di salah satu bagian sekolahnya.
Aku semakin tertarik untuk menscroll berandanya dan melihat foto-foto yang diunggah secara publik.
Banyak sekali pose mesranya dengan seorang laki-laki dengan chapture yang tidak kalah hot, menurutku....
#Bersamamu aku bahagia calon imamku
#I love U honey
Dan banyak lagi tagar dengan foto-foto mesra layaknya suami istri.
Hemmmm...
Aku bergidik sendiri, beginikah generasi milenial saat ini? tanpa malu berani mengunggah foto-foto mesra layaknya suami isteri di media sosial, padahal statusnya masih pelajar dan berpacaran.
Kututup akun Magdalena. Kucoba membuka akun-akun lain yang juga serupa dengan Magdalena, bahkan beberapa lebih berani lagi.
Sungguh sangat berbeda dengan masa-masa aku remaja dulu.
Beberapa puluh tahun yang lalu, masih teringat jelas, betapa malunya aku ketika Rizal tiba-tiba mensejajari langkahku menuju kantin, jantungku berdegup kencang dan mukaku pasti sudah memerah. Tidak kuat menahan malu, aku segera berlari kembali ke kelas lagi.
Di abad ini, di tengah modernisasi dan kemajuan teknologi, perilaku muda-mudi banyak yang mulai tergeser. Pergaulan bebas dan menafikan batas malu. Seperti Magdalena, yang bangga dan tiada rasa malu memamerkan kemesraan dengan pacarnya. Sangat berbanding terbalik dengan pergaulan muda-mudi zaman dahulu yang merasa malu walau hanya untuk saling bertegur sapa.
Pertanyanku, apakah kemajuan zaman musti diiringi dengan degradasi moral?
Memang tidak semua muda-mudi seperti Magdalena, tetapi tidak dapat dipungkiri seperti itulah kenyataan beberapa generasi muda di sekitar kita saat ini.
Kuletakkan kembali gawaiku, kupejamkan mata sambil kesandarkan kepala pada kursi empukku.
Lirih kuucap do'a, semoga Alloh selalu memberi petunjuk dan keselamatan kepada generasi-generasi muda terhebatku.
Kertosono, 08 April 2019
Catatan keprihatinanku
Josss
BalasHapusTulisan mb yulia jg "menggigit"
HapusGemes bacanya.
BalasHapusPoll, sy jg ngerasa gt lht ABG yg krg "vitamin"
HapusJustru masa muda hendaknya diisi dengan mengukir prestasi ya mbak
BalasHapusBegitulah seharusnya
Hapus