Langsung ke konten utama
HAMPA

Hening malam mendekap jiwa yang berkelana
Menyisakan tatap kosong tanpa makna
Sebuah kepergian tanpa pesan
Membuat dengus nafas yang cuma tinggal kepasrahan

Hampa yang membunuh gairah membuncah
Atas kehilangan kata sakti yang bernama cinta
Hembusan angin kering khas kemarau berpanjangan
Menerbangkan segala materi yang tiada pegangan

Wahai jiwa yang merindu bahagia
Marilah kesini, duduk sejenak di tepi pantai
Buang segala jengah dan lara
Di sana ... lurus ke tengah samudera

Lihatlah kokoh karang yang tetap tenang
Meski ombak silih berganti datang menerjang
Tapi keteguhan mampu membuatnya bertahan
Dari segala onak yang mewarnai kehidupan

Wahai jiwa-jiwa yang kosong tiada berpengharapan
Kembalilah penuhi cawan hatimu dengan segenap asa
Terlalu indah jagad raya ini jika kau abaikan
Penuhi bilik hatimu dengan pendar keagungan cintaNya
Niscaya damai kan unjuk diri
Memenuhi  rongga kosong hatimu kembali

Kertosono, 19 Oktober 2019



Komentar

Posting Komentar