SELAMATKAN NEGERI MELALUI LITERASI
Terletak di antara dua benua, Asia dan Australia, terdiri dari beberapa pulau, serta terbagi dalam dua zona Oriental dan Australian, menjadikan Indonesia memiliki biodiversitas dengan peringkat kedua sedunia setelah Amazon Brazil.
Hal ini menciptakan sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah. Flora dan fauna membentang indah beserta kekayaan abiotik yang eksotik.
Ironisnya, dengan kondisi yang demikian, masih banyak masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, masih banyak yang hidup sebagai buruh di kampung halaman sendiri.
Jika sumber daya alamnya sudah melimpah, pertanyaannya adalah bagaimana dengan sumber daya manusianya? Inilah yang patut menjadi pemikiran bersama.
Menilik kembali ratusan tahun ke belakang, di era 780-1037M, ilmuwan-ilmuwan muslim berjaya dengan penemuan-penemuan yang menjadi pusat rujukan ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini.
Sebut saja Ibnu Sina yang berjasa di bidang kedokteran dengan menerbitkan the canon of medicine, Al Khawarizmi yang menemukan penomoran 1-10, Jabir Al Hayyan yang berjasa di bidang kimia, dan masih banyak ilmuwan muslim lainnya.
Dunia pengetahuan yang berkembang pesat saat itu, mencerminkan pengamalan Iqro', sebuah tuntunan pertama yang diajarkan Alloh kepada manusia melalui Jibril kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Iqro' secara bahasa mempunyai arti membaca. Jika dijabarkan secara luas, membaca mempunyai makna belajar, mendalami, menghayati, dan 'mengkasyafahkan' tabir rahasia Alloh.
Dengan demikian, membaca dan menulis, adalah satu paket yang harmonis untuk menyelaraskan sebuah pemikiran. Dengan membaca, ide-ide baru dapat tumbuh subur serupa jamur di musim penghujan. Akan tetapi apalah arti ide-ide tersebut jika tidak dituangkan lagi dalam bentuk tulisan untuk lebih banyak disebarluaskan agar membawa kebermanfaatan.
Demikian juga, tulisan akan kurang memiliki 'feel' dan bobot jika tidak diimbangi dengan membaca.
Saat ini, hadirnya gawai dengan sistem android dan mudahnya mengakses internet, menjadi bentuk model 'penjajahan' baru dan menjadi problematika tersendiri apabila tidak mampu memanfaatkan dengan bijak.
Kecanggihan yang ditawarkan pada fitur android berupa berbagai macam games dan fitur tontonan yang menarik, mampu melenakan dari tuntunan dan perintah langsung dari sang Khaliq berupa iqra'. Dari 24 jam perhari pada sebagian besar masyarakat Indonesia, prosentasi membaca lebih sedikit, dibandingkan dengan memainkan android.
Jika hal ini terus menerus terjadi dan tidak disadari, dapat dibayangkan bagaimana kwalitas pemikiran para generasi penerus bangsa, beberapa puluh tahun yang akan datang, mereka akan minim ilmu pengetahuan, lalu bagaimana mereka akan meneruskan tongkat estafet negeri ini?
Inilah bentuk penjajahan yang mengerikan, tidak nampak tetapi mampu menghancurkan. Bukan salah kemajuan teknologinya, tetapi lebih kepada sumber daya manusia yang kurang bijak menerima kemajuan.
Melalui kegiatan-kegiatan di komunitas pecinta literasi, diharapkan mampu menebarkan 'virus' budaya membaca dan menulis di berbagai kalangan, sehingga lahir ilmuwan-ilmuwan khususnya ilmuwan muslim seperti zaman kejayaan pada masa Ibnu Sina dan kawan-kawan.
Sebuah harap menyeruak batas jauh ke depan, literasi di negeri ini semakin bangkit, sehingga mampu menjadi penyeimbang derasnya kemajuan teknologi yang tak terbendung. Dengan demikian negeri Indonesia selanjutnya akan memiliki generasi penerus yang ilmiah, bermartabat, dan berakhlak mulia, sehingga mampu menjunjung kehormatan bangsa dan tidak ada lagi buruh di kampung halaman sendiri.
Salam literasi!
Kertosono, 09 September 2019
Baca. Iqro. Read. Moco.
BalasHapusPadahal cuma 4 huruf, tapi membiasakannya itu susah sekali 😄 semoga melalui kegiatan2 literasi, semangat membaca masyarakat jadi meningkat.
Aamiin, tengkyu sdh berkenan mampir di dini
HapusNah ini tugas kita sebagai anak muda untuk membangkit cinta terhadap membaca dan menulis.
BalasHapusSaya yakin Indonesia akan berkembang pesat kearah yang lebih baik jika rakyatnya suka dengan Dunia membaca dan menulis.
Layaknya jepang yang gemar sekali dengan hobi tsb.
Sip, mari kita bangkitkan iqro'
HapusSalam literasi!